Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Taiwan Bidik Wisatawan Muslim Indonesia

Jumat 02 Sep 2016 19:52 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Muslim di Taiwan.

Muslim di Taiwan.

Foto: CNA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Taiwan membidik kalangan wisatawan Muslim asal Indonesia untuk melakukan kunjungan wisata setelah pemerintah setempat menyiapkan berbagai fasilitas berstandar syariah.

"Ini bagian dari kebijakan baru pemerintahan kami (New Southbound Policy). Potensi wisatawan Muslim asal Indonesia sangat besar," kata Direktur Pers dan Informasi Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) di Jakarta, Ismael Mae di Jakarta, Jumat (2/8).

Meskipun Taiwan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, dia menyatakan bahwa hubungan orang per orang (people to people) antarkedua belah pihak, makin lama makin bagus.

"Oleh karena itu, kami terus berbenah sehingga tidak ada keraguan lagi bagi umat Islam Indonesia yang ingin berwisata ke Taiwan," kata Ismael di sela-sela pertemuan antara Asosiasi Pariwisata Muslim Taiwan dan beberapa biro perjalanan wisata Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Selain bandara, stasiun kereta api, terminal bus, dan tempat objek wisata sudah dilengkapi dengan sarana beribadah bagi umat Islam, sejumlah hotel dan rumah makan di Taiwan juga telah mendapat sertifikat halal untuk makanan dan minuman.

Sertifikat halal tersebut didapat dari Asosiasi Muslim China (CMA) Taiwan yang beberapa di antara anggotanya belajar kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menerapkan standar sertifikasi halal.

Mengenai kemungkinan pemerintah Taiwan menerapkan kebijakan bebas visa kunjungan selama 30 hari kepada warga negara Indonesia seperti yang sudah diterapkan kepada Malaysia, Brunei, Thailand, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya, Ismail menyatakan masih dalam tahap pematangan kebijakan.

"Namun, terlepas dari itu semua, kami sudah mulai melonggarkan pengurusan visa kunjungan bagi warga negara Indonesia," kata salah satu diplomat Taiwan yang sempat menimba ilmu di Libya selama 15 tahun itu.

Sementara itu, Direktur Pariwisata Islam Pro-Tour Taiwan Ishag Ma menjamin objek wisata Muslim di sana sesuai dengan standar syariah yang sudah mendapatkan legalitas dari pemerintah setempat. "Selain fasilitas ibadah, di Taiwan juga terdapat tujuh masjid yang wajib dikunjungi oleh kalangan wisatawan Muslim. Di sekitar masjid juga terdapat sentra kuliner halal," kata mantan Ketua Takmir Masjid Besar Taipei yang juga pernah mengenyam pendidikan di Libya itu.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA