Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Dibujuk Netizen Dirikan Partai Baru, Hatta: Saya tak Biasa Pindah-Pindah

Rabu 31 Aug 2016 11:01 WIB

Red: Angga Indrawan

Hatta Rajasa

Hatta Rajasa

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2010-2015 yang juga mantan Menko Perekonomian KIB II, Hatta Rajasa hampir tak pernah lagi muncul dalam panggung politik belakangan ini. Hatta yang juga pernah mendeklarasikan diri sebagai cawapres Prabowo pada Pilpres 2014 itu juga tak sesering dulu menghiasi ruang publik.

Setelah kalah dalam Kongres PAN di Bali tahun lalu, Hatta seolah 'mundur teratur' dari politik. Meskipun, diketahui loyalis Ketua Dewan Pembina Yayasan Institut Teknologi dan Sains Bandung itu juga masih eksis di partainya. Hatta tak banyak melakukan aktivitas di partai. Bahkan pada HUT PAN ke-18 lalu Hatta tak tampak hadir.

Meski demikian, Hatta ternyata masih rutin berkomunikasi dengan masyarakat (netizen) di dunia maya. Melalui akun twitternya, @hattarajasa, ia kerap menyampaikan ide, pemikiran untuk merespons situasi politik saat ini.

Berdasarkan Pantauan Republika.co.id, Selasa (31/12), akun Hatta dengan 1,5 juta followers itu menjawab pertanyaan netizen yang menyarankan agar suami Okke Rajasa itu membuat partai baru. “@hattarajasa Kami sangat berharap Bang Hatta mendirikan ParPol baru”, kicau akun Twitter @danubudi54.

Menanggapi pertanyaan tersebut Hatta menjawab lugas 'rayuan' tersebut.  “Tks sarannya mas, tapi sy tidak biasa pindah-pindah,” ujar Hatta.

Setelah cuit singkat tersebut, ratusan netizen menyambut positif sikap Hatta. Seperti cuit akun @khasanahermala. “@hattarajasa..sy bkn kader PAN hny rakyat biasa..tp sll berharap n berDoa pak hatta sehat jg bs mnyumbangkn pikiran tuk bangsa ini..amiiin”. Begitu juga akun @indra_gurnita mencuit, “@hattarajasa @danubudi54 mudah2an bapak tetap membesarkan PAN. PAN butuh bapak”.  

Netizen merespons positif sikap Hatta. Apa yang dilakukan Hatta dianggap sebagai anomali dalam demokrasi. Netizen memandang, di saat banyak politisi dengan cepat pindah partai setelah tersisih, ia tidak melakukan langkah yang sama.  “Pak @hattarajasa sangat konsisten, kalau tdk (konsisten,red) dari dulu sudah pndah partai, dan yg paling dkt sama beliau pasti ke Gerindra atau PKS,” tulis akun @drajatdegree.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA