Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Pariwisata Kota Lama Semarang Terus Menggeliat

Jumat 26 Aug 2016 18:39 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Kota tua Semarang

Kota tua Semarang

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG --  Pariwisata Kota Lama Semarang disebut terus menggeliat. Itu terlihat dari berbagai kegiatan yang digelar di kawasan tersebut.

"Seperti kegiatan sketsa bertaraf internasional ini yang mengambil lokasi di kawasan Kota Lama," kata Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan saat membuka International Semarang Sketchwalk (ISSW) 2016 di Galeri Semarang, Jumat (26/8).

Ita, sapaan akrab Hevearita mengaku bangga dengan pemilihan Kota Lama sebagai salah satu lokasi pengambilan sketsa yang diikuti seniman sketsa berbagai negara dan seniman lokal.

Sebenarnya, kata dia, banyak sekali tempat ikonik dan bersejarah di Semarang yang bisa menjadi objek indah bagi sketsa, seperti Gedung Lawang Sewu, Stasiun Tawang, hingga Tugu Muda.

"Berarti, kawasan Kota Lama dinilai sangat menarik. Terkadang, orang Semarang sendiri malah tidak mengerti indahnya Kota Lama, sementara orang-orang dari luar justru sangat mengaguminya," katanya.

Tentunya, kata Ita yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Pemerintah Kota Semarang sangat mendukung penyelenggaran even internasional bagi seniman sketsa tersebut.

"Apalagi, nanti hasil-hasil sketsa akan diunggah ke media sosial masing-masing yang katanya 'follower'-nya ada yang sudah 40 ribuan. Artinya, ini bisa menjadi promosi yang menguntungkan," katanya.

Ia berharap semakin banyak kegiatan yang digelar di kawasan Kota Lama sehingga bisa membuat tempat yang disebut sebagai little Netherland itu semakin hidup dan semarak sebagai destinasi unggulan. "Pariwisata bergeliat, kegiatan ekonomi juga berputar. Tamu-tamu ini kan bermalam di hotel, kemudian kuliner di Semarang juga pasti diburu. Ya, ke depan even serupa tidak hanya di Kota Lama," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia ISSW 2016 Yudi Mahaswanto menyebutkan setidaknya ada 400 seniman sketsa yang mengikuti ajang internasional yang digarap komunitas Semarang Sketchwalk tersebut. "Pesertanya dari berbagai daerah dan negara, seperti Kanada, Portugal, Malaysia, Australia, dan Selandia Baru. Kalau untuk peserta daerah, hampir seluruh daerah di Indonesia ikut," katanya.

Para peserta ISSW 2016 rencananya diajak untuk mengambil objek sketsa di Kota Lama, kawasan Pecinan dengan pusat di Kelenteng Tay Kak Sie, dan Candi Borobudur, Magelang, mulai 26-28 Agustus mendatang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA