Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

PM Italia Bersumpah Selamatkan Semua Korban Gempa

Kamis 25 Aug 2016 08:55 WIB

Red: Ani Nursalikah

Seorang warga berjalan di jalanan Amatrice, Italia tengah usai diguncang gempa 6,2 SR, Rabu, 24 Agustus 2016.

Seorang warga berjalan di jalanan Amatrice, Italia tengah usai diguncang gempa 6,2 SR, Rabu, 24 Agustus 2016.

Foto: AP Photo/Emilio Fraile

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Perdana Menteri Italia Matteo Renzi bersumpah menemukan dan menyelamatkan korban-korban selamat yang masih terkubur puing-puing bangunan akibat gempat bumi dahsyat yang mengguncang bagian tengah negeri itu Rabu dini hari waktu setempat atau Rabu siang WIB (24/8).

Renzi sendiri mengungkapkan paling sedikit 120 orang tewas oleh gempa bumi yang terutama meluluhlantakan Accumoli dan Amatrice.

"Tidak ada seorang pun yang akan dibiarkan sendirian. Kita harus segera bertindak untuk memulihkan harapan di wilayah yang paling parah tertimpa bencana ini," kata Renzi seperti dikutip Reuters.

Korban meninggal berada di Amatrice, Accumoli dan beberapa desa, termasuk Pescara del Tronto dan Arquata del Tronto. Wilayah yang paling parah tertimpa gempa berada di Lazio dan Marche, selain Umbria. Ketiga daerah ini memiliki bangunan-bangunan berusia berabad-abad tahan gempa.

Baca: Korban Tewas Gempa Italia Menjadi 159 Jiwa

Survei Geologi AS menyebutkan gempa bumi ini berkekuatan 6,2 skala Richter dan menerjang dekat kota Norcia di Umbria. Badan gempa bumi Italia INGV mencatat kekuatan gempa 6,0 SR dengan episentrum jauh di selatan, dekat Accumoli dan Amatrice. INGV melaporkan 150 gempa susulan terjadi dalam 12 jam setelah gempa bumi pertama, dengan paling kuat tercatat 5,5 SR.

Dampak gempa menjadi jauh lebih merusak karena pusat gempat hanya empat Km di bawah permukaan tanah. Warga kota Roma serentak bangun oleh gempa yang membuat furnitur retak, lampu padam dan alarm mobil menyala tiba-tiba di sebagian besar wilayah tengah Italia.

"Kencang sekali hingga tempat tidur pun bergeser sendiri ke tengah ruangan," kata Lina Mercantini, warga kota Ceselli, Umbria, yang jarahkany 75 km dari wilayah terparah ditimpa bencana,dikutip dari Antara News.

Italia terletak pada dua garis sesar yang membuatnya menjadi salah satu negara paling aktif gempa di Eropa. Gempa bumi dahsyat terakhir yang menimpa negara ini terjadi di Kota L'Aquila pada 2009 yang menewaskan lebih dari 300 orang.

Gempa bumi paling dahsyat terjadi sejak awal abad ke-20 adalah pada 1908 ketika gempa disusul tsunami menewaskan sekitar 80 ribu orang di Reggio Calabria dan Sicilia yang berada di daerah selatan Italia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA