Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Setya Novanto: Elektabilitas Golkar Makin Tinggi

Senin 22 Aug 2016 21:22 WIB

Red: Bayu Hermawan

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto

Foto: Antara/ M Agung Rajasa

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengklaim elektabilitas partai politik yang dipimpinnya makin tinggi pascapenyelesaian konflik internal yang terjadi selama ini.

Dalam pembukaan Musda Partai Golkar Sumut IX di Medan, Senin, Setya Novanto mengatakan, ketika masih diselimuti konflik internal, banyak hasil survei yang menyebutkan elektabilitas Partai Golkar hanya sekitar delapan persen.

Belakangan, setelah menyelesaikan munas dan mendapatkan kepengurusan baru yang diterima semua pihak, elektabilitas Partai Golkar naik menjadi 15 persen.

"Kini meningkat satu persen lagi menjadi 16 persen," katanya, Senin (22/8).

Menurutnya dengan performa yang ditunjukkan kepengurusan yang baru, elektabilitas Partai Golkar terus mengalami peningkatan yang positif. Bahkan, kata dia, sudah banyak pihak yang berbondong-bondong ingin masuk ke dalam parpol berlambang pohon beringin tersebut.

Meski mengapresiasi keinginan tersebut, namun pihaknya belum dapat menerimanya karena Partai Golkar memiliki aturan tersendiri dalam perekrutan kader. Pihaknya mengharapkan kondisi yang positif tersebut diikuti dengan berbagai program yang tepat seperti peningkatan konsolidasi, sosialisasi ke kalangan remaja, penguatan kaderisasi.

"Kita ingin Partai Golkar menjadi nomor satu lagi," katanya dalam musda yang dihadiri Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Agung Laksono.

Dalam peningkatan konsolidasi, Setya Novanto menginstruksikan agar seluruh kepengurusan rutin melakukan dialog dan koordinasi dengan tingkatan yang dibawahnya. Ia mencontohkan kepengurusan tingkat kabupaten/kota harus mengundang pengurus kecamatan minimal sebulan sekali untuk membahas perkembangan yang terjadi.

Demikian juga dengan pengurus tingkat provinsi yang harus mengadakan pertemuan dengan kabupaten/kota dalam tiga bulan sekali.

"Itu diperlukan untuk mencari inovasi yang kuat dalam memperkuat Partai Golkar," kata mantan Ketua DPR RI tersebut.

Dalam Musda Partai Golkar Sumut itu, disosialisasikan yel-yel baru yakni "Golkar Bangkit, Golkar Jaya, dan Golkar Menang".

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA