Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Islamic Museum of Australia yang Mengesankan

Sabtu 20 Aug 2016 21:59 WIB

Rep: c62/ Red: Agung Sasongko

Islamic Museum of Australia

Islamic Museum of Australia

Foto: Fernan Rahadi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islamic Museum of Australia merupakan satu dari sekian gedung yang mengesankan di Australia. Selain karena arsitekturnya, keberadaan museum ini juga menjadi bukti bahwa seni dan budaya Islam begitu bernilai di Negeri Kanguru ini.

Buktinya, meski Islamic Museum of Australia dibangun di negara minoritas Muslim, bangunan ini tetap berdiri mewah dan megah. Sehingga, pantas museum ini pernah menyabet penghargaan sebagai salah satu museum terbaik di Australia dalam Museums & Galleries National Award 2014.

Tujuan utama pembangunan museum yang terletak di 15 A Anderson Road, Thornbury, Negara Bagian Victoria ini adalah untuk menunjukkan kekayaan seni dan kontribusi sejarah umat Islam di negara tersebut. Beberapa koleksi yang terdapat di museum yang dibangun pada Mei 2010 ini, di antaranya seni arsitektur, kaligrafi, lukisan, kaca, keramik, sampai tekstil.
 
Dirancang oleh Desypher, sebuah perusahaan arsitektur berbasis di Melbourne, Australia, museum yang pembangunannya menghabiskan 10 juta dolar Australia ini memiliki gaya arsitektur unik. Memadukan dua kultur yang berbeda sekaligus, yaitu corak budaya khas Timur Tengah dan Australia yang menghasilkan arsitektur Islam Australia yang menarik.

Kendati demikian, museum yang diresmikan pada 28 Februari 2014 ini tidak meninggalkan desain modern. Detailnya, arsitektur modern itu memiliki bentuknya asimetris, atap datar, bentuk kotak, sudut lengkung, dan halus.

Nah, pada bangunan Islamic Museum of Australia ini, semua unsur itu sudah terpenuhi. Misalnya, pada bagian eksterior, museum ini tidak memiliki penutup seperti kubah atau genteng pada umumnya. Atapnya hanya berbentuk datar. Jika dilihat dari kejauhan, bentuknya kotak utuh.

Unsur modern lainnya di bagian eksterior adalah dominasi kotak kotak puzzle yang berkolaborasi dengan seni corten atau baja fasad yang terkesan berkarat di bagian depan museum.

Kolaborasi dua kesenian ini disempurnakan dengan kerangka yang berbentuk kubus berwarna putih yang tertutup secara geometris dengan ukiran kaligrafi tiga dimensi yang diletakkan pada badan bangunan.

Inilah kesempurnaan dari tampil modern yang terlihat simpel. Selaras dengan perkembangannya, jika eskteriornya menggunakan tema modern, sudah pasti pada bagian dalamnya juga menggunakan tema yang sama.

Tema modern pada bagian dalam ini memenuhi seluruh ruangan museum. Mulai dari hiasan sampai bahan utama pada bangunan, seperti banyaknya deretan jendela kaca, alumunium, dan baja stainless yang terdapat pada pintu, jendela, dan panel mengilap.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA