Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Mengintip Tempat Pemandian Sultan Amir Ahmad di Iran

Jumat 12 Aug 2016 08:01 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Pemandian Sultan Amir Ahmad di Kashan, Iran.

Pemandian Sultan Amir Ahmad di Kashan, Iran.

Foto: Wikipedia

REPUBLIKA.CO.ID, KASHAN -- Pemandian Sultan Amir Ahmad di Kashan, Iran, agaknya bisa jadi 'obat' bagi Anda yang malas mandi. Pasalnya, pemandian umum klasik itu punya struktur bangunan yang sangat indah dan tentunya bersejarah.

Tempat tersebut masih dipertahankan seperti semula, kala dibangun pada masa kerajaan Safawi sekira abad ke-16. Dengan struktur bangunan dan dekorasi artistik, situs itu menjadi salah satu destinasi wisata menarik di Iran.

Salah satu ruang pemandian bernama Sarbineh, berbentuk segi delapan dengan kolam berbentuk sama di tengah yang dikelilingi delapan pilar besar. Tempat ini merupakan ruang ganti tempat mereka yang mandi bertukar busana atau ngobrol.

Lokasi itu terhubung dengan wilayah pemandian utama yang disebut Garmkhaneh, di mana terletak beberapa kolam air panas pribadi. Menariknya, koridor penghubung itu memiliki bangun khusus guna menciptakan pertukaran panas dan kelembaban yang baik.

(baca: Uniknya Bersantap di Kafe Vending Machine)

Mayoritas interior bangunan dihiasi mosaik bernuansa pirus dan emas, selain dinding cantik dan lukisan kuno. Sementara, kubah pemandian dipasangi gelas cembung untuk memungkinkan ada cukup pencahayaan seraya menyembunyikan bagian dalam dari luar.

Sejak tahun 1956, Departemen Warisan Budaya Iran menetapkan pemandian tersebut sebagai situs warisan budaya nasional. Nama pemandian diambil dari tokoh Iran Imamzadeh Sultan Amir Ahmad yang makamnya bertempat tak jauh dari lokasi.

Pemandian umum diketahui ada di Iran pada masa pra-Islam dan memainkan peran penting dalam kehidupan sosial penduduknya. Pemandian bukan hanya tempat untuk membersihkan diri dan bersantai, tapi juga berjumpa, berkumpul, bersosialisasi, bahkan berdoa.

Setelah ajaran Islam masuk, mandi menjadi ritual membersihkan diri yang lebih pribadi sehingga popularitas ribuan pemandian di seluruh negeri segera menurun. Hampir seluruh rumah tangga modern telah memiliki kamar mandi sendiri sehingga pemandian di Iran sekarang hanya menarik kedatangan buruh atau wisatawan, dilansir dari Amusing Planet.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA