Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Pemberontak Suriah Sangkal Kehilangan Wilayah Aleppo

Rabu 10 Agu 2016 13:29 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Ani Nursalikah

Asap hitam membubung dari distrik Salah Eddin, Aleppo saat bentrok antara pemberontak dengan militer Suriah (Reuters/Goran Tomasevic)

Asap hitam membubung dari distrik Salah Eddin, Aleppo saat bentrok antara pemberontak dengan militer Suriah (Reuters/Goran Tomasevic)

REPUBLIKA.CO.ID, ALEPPO -- Pemberontak Suriah menolak klaim pasukan pemerintah dan sekutunya, termasuk kelompok bersenjata Hizbullah Lebanon telah mengambil kembali kendali Aleppo yang dikuasai pemberontak baru-baru ini.

Seorang pasukan kelompok bersenjata Jaysh al-Islam Hassan al-Eshra mengatakan mereka dan kelompok-kelompok pemberontak lainnya masih menguasai Ramosa di Aleppo pada Selasa malam (9/8), meskipun pasukan pemerintah mencoba merebutnya kembali.

"Kemarin rezim mencoba [untuk merebut kembali Ramosa] tiga kali, tetapi strateginya tidak mampu," kata dia kepada Aljazirah melalui sambungan telepon.

Kelompok pemberontak Suriah mengatakan mereka berjuang untuk bertahan pada wilayah utama di kota utara Aleppo di mana pasukan pemerintah dan sekutu meningkatkan serangan mereka.

Eshra juga mengatakan, pemberontak masih menguasai daerah Telat al-Snobarat di tepi barat daya Aleppo. "Daerah ini masih di bawah kendali kami," katanya.

Dia menambahkan pemberontak menargetkan area industri dan ladang minyak dengan beberapa rudal.

Fatah Halab, sebuah koalisi kelompok pemberontak lokal dan nasional memecahkan pengepungan selama akhir pekan bersama dengan Jaish al-Fatah atau Tentara Conquest. Tentara Conquest adalah koalisi kelompok pemberontak garis keras, termasuk Jabhat Fatah al-Sham (sebelumnya Front al-Nusra).

Pemerintah Suriah mengirim ribuan bala bantuan ke kota dalam beberapa hari terakhir. Saluran televisi Hizbullah Al Manar dan Al Mayadeen yang dekat dengan pemerintah Suriah melaporkan, para pejuang pro-pemerintah yang didukung serangan udara berat merebut kembali Telat al-Snobarat.

Sebelumya, Observatoriun Suriah untuk HAM berbasis di Inggris melaporkan, sedikitnya sembilan orang tewas dalam serangan udara pemerintah timur, Aleppo yang dikuasai pemberontak. Sementara itu, korban luka dilaporkan di bagian yang dikuasai pemerintah dalam penembakan peluru kelompok pemberontak.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA