Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Baznas Ingin Dilirik OJK

Selasa 09 Aug 2016 14:50 WIB

Red: Agung Sasongko

Baznas

Baznas

Foto: Republika/ Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Soedibyo mengharapkan Otoritas Jasa Keuangan melirik Baznas sebagai lembaga keuangan syariah sehingga keberadaannya semakin dipercaya publik.

"Publik akan lebih percaya dengan Baznas, kemudian akan diperlakukan oleh OJK seperti bank-bank syariah, kami diawasi oleh OJK," kata Bambang saat ditemui di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Senin (9/8).

Dia mengatakan OJK akan segera menaungi Baznas ketika institusi sudah siap. Sampai saat ini, Baznas belum dalam naungan OJK karena pengumpulan zakat oleh lembaga amil milik negara tersebut terbilang kecil.

Menurut dia, penting bagi Baznas agar diawasi langsung oleh OJK. Maka Baznas harus terus berupaya membangun tata kelola yang baik, yaitu ibarat menyorongkan lehernya untuk disupervisi OJK.

"Diakui OJK itu masalah 'soon or later' (sesegera mungkin). Kalau perhitungan dana yang dikelola Baznas itu signifikan maka OJK akan masuk. Itu pasti," kata dia.

Pengelolaan dana masyarakat oleh Baznas sendiri masih tergolong kecil untuk dilirik OJK. Berdasarkan hasil riset Baznas dan IPB, potensi zakat Indonesia mencapai Rp217 triliun. Akan tetapi, zakat yang terhimpun baru 1,2 persen dari potensi yang ada atau sekitar Rp3 triliun.

Baznas, kata dia, berangsur-angsur akan dinaungi OJK ketika dana yang dikelola sudah besar, baik yang dikumpulkan atau disalurkan kepada yang berhak atas zakat. Naiknya jumlah dana yang dikumpulkan itu tergantung dari program-program Baznas yang saat ini sudah tergolong baik, seperti lewat sosialisasi dan program yang menarik.

"Sebetulnya kami tidak usah siap-siap agar OJK masuk. OJK begitu melihat apa yang dihimpun sudah cukup besar maka Baznas akan diakui. Misalnya, 'baitul maal wat tamwil' (koperasi syariah) itu tadinya yang mengelola adalah Kementerian Koperasi dan UKM dan sekarang mulai OJK masuk karena melihat dana yang dikelola itu jumlahnya cukup besar," tuturnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA