Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Jawa Barat Belum Bebas dari Penyakit Rabies

Selasa 02 Aug 2016 15:23 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Andi Nur Aminah

Petugas menyuntikkan vaksin rabies kepada kucing peliharaan warga

Petugas menyuntikkan vaksin rabies kepada kucing peliharaan warga

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Provinsi Jawa Barat masih belum terbebas dari penyakit rabies karena masih ditemukan korban rabies. Dalam rangka melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit rabies, sekitar 800 anjing akan divaksin di Kota Tasikmalaya.

Tim Paramedis Vaksinasi Rabies dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya, Subiantoro mengatakan, saat ini sedang menjalankan program vaksinasi. Tahun lalu sekitar 700 anjing berhasil divaksin.

"Tahun ini targetnya sekitar 800 anjing divaksin dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit rabies," kata Subiantoro kepada Republika.co.id, Selasa (2/8).

Ia menerangkan, di Pulau Jawa hanya Provinsi Jawa Barat yang belum bebas dari penyakit rabies. Karenanya, harus sering melakukan vaksinasi untuk pencegahan dan pengendalian penyakit rabies. Jika Jawa Barat sudah bebas dari penyakit rabies, Pulau Jawa baru bisa dikatakan terbebas dari rabies.

Di kabupaten lain masih ada korban yang meninggal karena penyakit rabies. Subiantori mengatakan di Kota Tasikmalaya pemberian vaksin terhadap anjing dan kucing dilakukan berkelanjutan. Beberapa waktu yang lalu ada tiga orang yang digigit anjing di wilayah Kota Tasikmalaya. "Tapi setelah dicek negatif rabies, meski belum ada korban rabies tindakan antisipasi untuk pencegahan perlu dilakukan," ujarnya.

Ia menjelaskan, anjing yang dipelihara maupun yang liar tetep harus divaksin. Namun, untuk anjing peliharaan yang sudah divaksin di dokter hewan, tidak perlu divaksin lagi. Cukup didata pihaknya saja.

Beberapa bulan yang lalu juga sempat diadakan program pemberian vaksin masal. Ratusan anjing peliharaan sudah divaksin. Tapi, menurut Subiantoro, sebagai upaya pencegahan pihaknya tetap melakukan vaksinasi dari pintu ke pintu.   

"Hanya saja personel yang melakukan vaksinasi masih kurang, hanya ada dua orang untuk Kota Tasikmalaya, efektifnya butuh tiga sampai lima orang lagi," jelas Subiantoro.

Rabies merupakan penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat. Penyebabnya virus rabies, penyakit tersebut bersifat zoonotik. Artinya, dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies bisa ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan seperti anjing, kucing, kera, rakun dan kelelawar.

Subiantoro menambahkan, dalam program vaksinasi rabies, anjing dan kucing disuntik. Setelah satu tahun, vaksin akan disuntikan kembali ke anjing dan kucing yang ada di Kota Tasikmalaya. Tujuannya, untuk memastikan anjing dan kucing yang ada di Kota Tasikmalaya terbebas dari rabies.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA