Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Ahok Mengaku tak Tahu Cawagubnya Temui Taufik

Selasa 26 Jul 2016 13:52 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Bilal Ramadhan

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono keluar dari gedung KPK usai diperiksa KPK, di Jakarta, Kamis (14/6).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono keluar dari gedung KPK usai diperiksa KPK, di Jakarta, Kamis (14/6).

Foto: Antara/Rosa Panggabean

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak tahu soal adanya pertemuan Bakal Cawagubnya sekaligus Kepala BPKAD Heru Budhi Hartono dan Wakil Ketua DPRD M.Taufik. Pertemuan keduanya dikabarkan membahas nilai kontribusi tambahan bagi pengembang reklamasi.

Basuki alias Ahok mengatakan hubungannya dengan Taufik tak baik usai keluar dari Partai Gerindra. Tetapi mengenai adanya hubungan Heru dengan Taufik, ia merasa tak tahu. Namun sayangnya, ia juga tak menerima laporan Heru mengenai pertemuan itu.

"Heru ketemu Taufik saja aku enggak tahu, makanya saya bilang mereka ini teman semua orang. Taufik sama saya kan enggak begitu baik. Tapi kan si Heru enggak mau laporin. Dia bilang lebih baik enggak usah jelasin ke saya, bapak enggak usah tahu," katanya, Selasa (26/7).

Ketimbang menaruh curiga pada Heru yang merahasiakan pertemuan itu, Ahok malah curiga pada Taufik. Ia menilai Taufik berusaha membuatnya melunak guna menurunkan besaran nilai kontribusi lahan. Tetapi ia tak bisa menunjukan bukti tersebut.

"Ya saya sih curiga sama si Taufik. Saya dengar dari teman-teman suruh dia (Heru) bujuk saya untuk supaya lunak di kontribusi agar enggak terlalu ngotot. Tapi kan enggak ada bukti.  Makanya pak Heru enggak lapor saya. Pak Heru datang lapor saya mah percuma. Aku pasti ngotot daripada dimaki-maki lagi kan," jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA