Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

GEMA MUKTAMAR III WAHDAH ISLAMIYAH- WI Rekomendasikan Demokrasi Wasathiyah

Kamis 21 Jul 2016 15:00 WIB

Red:

JAKARTA — Muktamar III Wahdah Islamiyah di Jakarta mendorong Indonesia untuk menerapkan demokrasi jalan tengah atau wasathiyah. Demokrasi ini tidak merujuk kepada yang sudah diterapkan pada era Orde Lama mau pun Orde Baru. Tapi, tidak juga menjadi liberal.

"Demokrasi ini menggambarkan sikap yang berada di tengah, sehingga bisa melihat seluruh persoalan secara komprehensif," ujar Ketua Steering Committee Muktamar III Wahdah Islamiyah Rahmat Abdul Rahman saat dihubungi, Rabu (20/7).

Sikap seperti ini, menurutnya, diperlukan pemerintah. Jangan sampai, Indonesia kebablasan menerapkan demokrasi liberal, sehingga mengakibatkan moralitas bangsa terabaikan. Masyarakat menjadi apatis terhadap agama dan tak lagi menghiraukan nilai luhur bangsa.

Namun, di samping itu, Wahdah Islamiyah tidak menginginkan demokrasi yang otoriter, seperti yang pernah diterapkan Orde Baru. Menurutnya, kebebasan berpendapat dan berekspresi tetap diberikan jalan, tapi tidak boleh mengabaikan kearifan bangsa dan nilai agama.

Rahmat menjelaskan, munculnya gagasan tentang demokrasi jalan tengah ini bermula dari kegelisahan kader Wahdah Islamiyah. Mereka mengkhawatirkan kondisi sosial dan politik negeri ini yang pernah memiliki pengalaman pahit. Dia mengatakan, dulu umat Islam Indonesia pernah dikekang. Dakwah di masjid harus diawasi, aktivitas umat dicurigai. Keadaan ini, menurutnya, tidak boleh terjadi lagi.

Selain itu, mereka juga mencermati kondisi politik yang semakin pragmatis. Wahdah Islamiyah kemudian menginginkan apa yang kurang baik dari apa yang terjadi saat ini dan masa lalu dapat digantikan dengan hal–hal yang lebih baik. "Kami kemudian menggagas demokrasi wasathiyah. Saat ini, kami sedang mendalami lagi seperti apa konsep dan realisasinya agar dapat mudah diterapkan," ujarnya.

Rekomendasi lainnya berkaitan dengan pendidikan keluarga. Wahdah Islamiyah berharap, keluarga dapat mendampingi anak sehingga dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa.

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustaz Zaitun Rasmin mengatakan, pihaknya ingin memberikan yang terbaik untuk bangsa ini. "Kami ingin agar bangsa ini menjadi lebih baik dan umat Islam dapat semakin berkembang mendakwahkan ajarannya yang santun," ujar Zaitun.

10 Rekomendasi Muktamar

 
1. Mengedepankan konsep Islam Wasathiyah sebagai solusi permasalahan umat dan bangsa. Wasathiyah adalah sikap pertengahan yang terbaik, utuh dalam memandang, dan menyelesaikan segala permasalahan, serta menghindarkan sikap, dan pandangan ekstrem dalam segala hal.

2. Perlunya memandang demokrasi secara wasathiyah, berimbang, dan hikmat dalam permusyawaratan yang proporsional, baik kuantitas maupun kualitas.

3. Mencermati semakin merebaknya bahaya narkoba, terutama di kalangan generasi muda, Wahdah Islamiyah mengimbau segenap komponen bangsa untuk bahu-membahu menanggulangi ancaman yang sangat berbahaya dari narkoba.

4. Darurat minuman keras dan pornografi yang sudah mencapai titik sangat mengkhawatirkan.

5. Terorisme menjadi ancaman serius karena telah merusak sendi kehidupan dan kemanusiaan.

6. Meminta pemerintah secara proporsional memberi kontribusi penyelesaian berbagai konflik, memfasilitasi setiap warga negara Indonesia yang ingin memberikan bantuan.

7. Mengimbau semua pihak, terutama elite politik untuk mengedepankan kesantunan, etika, moral, dan akhlak yang akan berbuah manis bagi harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

8. Mengimbau kepada Muslimin untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjaga kewajiban-kewajiban agama, terutama shalat yang menjadi barometer keimanan dan keislaman seseorang.

9.  Mengimbau kepada seluruh orang tua dan keluarga agar memperhatikan dan menjalankan amanah sebagai pemimpin dan pengayom anak-anak dan keluarga.

10. Mengimbau kepada seluruh media agar senantiasa berpihak kepada kebenaran memberikan produk tayangan dan tampilan berita yang mendidik dan menuntun.   Oleh Erdy Nasrul, Wahyu Suryana

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA