Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Alih Kelola Blok Mahakam Jangan Sampai Turunkan Produksi

Rabu 20 Jul 2016 19:54 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nidia Zuraya

Lapangan Migas Blok Mahakam.

Lapangan Migas Blok Mahakam.

Foto: IST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menginginkan proses alih kelola Blok Mahakam dari operator saat ini yakni Total E&P Indonesie kepada PT Pertamina (Persero) berjalan mulus tanpa adanya penurunan produksi minyak dan gas bumi (migas). 

Salah satu ide yang diusung oleh pemerintah adalah mengizinkan Pertamina untuk bisa berinvestasi lebih awal di Blok Mahakam sebelum jatah habis kontrak pada akhir 2017. 

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja menyebutkan, pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) serta Total dan Pertamina untuk mencari jalan keluar terbaik. 

Wiratmaja mengakui, langkah untuk mengizinkan Pertamina berinvestasi lebih awal tidak diatur di dalam kontrak bagi hasil (PSC) antara Total dan negara. Ia meminta SKK Migas mengambil jangan tengah agar aturan tidak didobrak dan produksi bisa tetap dijaga. 

"Strateginya diberikan ke SKK dan Pertamina apa yang terbaik agar jangan anjlok. Agar jangan langgar PSC, ngomong baik-baik sama Total," kata Wiratmaja. 

Wiratmaja menjelaskan, kebijakan ini sebetulnya belajar dari sejumlah wilayah kerja yang habis kontrak di masa lalu. Ia mengungkapkan, sempat terjadi penurunan produksi migas di sejumlah WK pada saat proses alih kelola tidak dilakukan investasi lanjutan.

Belajar dari hal ini, pemerintah menginginkan agar Pertamina bisa mendanai sejumlah proyek di Blok Mahakam lebih awal meski belum masuk periode habis kontrak oleh Total. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA