Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Pengusaha India Ditawari Investasi di 10 Sektor Industri Prioritas

Senin 18 Jul 2016 20:56 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima kunjungan Presiden CII Naushad Forbes.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima kunjungan Presiden CII Naushad Forbes.

Foto: Kemenperin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perindustrian Saleh Husin mengajak para pengusaha India untuk meningkatkan investasi di Indonesia khususnya sektor industri. Dia menawarkan pengusaha India untuk berinvestasi di 10 sektor industri prioritas.

Sepuluh sektor tersebut yaituindustri pangan, industri farmasi, kosmetik dan alat kesehatan,  industri tekstil, kulit, alas kaki dan aneka, industri alat transportasi, industri elektronika dan telematika/ICT.

Selanjutnya, industri pembangkit energi; industri barang modal, komponen, dan bahan penolong; industri hulu agro, industri logam dasar dan bahan galian bukan logam, serta industri kimia dasar berbasis migas dan batubara.

Namun, secara khusus dia menyarankan pengusaha India untuk masuk dalam sektor produksi bahan baku obat, mesin industri dan pengembangan kawasan industri.

”Industri yang dapat kita kembangkan bersama antara lain produksi bahan baku obat untuk farmasi, permesinan untuk industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan serta mengundang perusahaan India membangun pabrik-pabriknya di kawasan industri di Indonesia,” kata Menperin Saleh Husin, Senin (18/7).

Produksi bahan baku obat diperhitungkan sangat dibutuhkan karena selama ini. Sebab,  lebih dari 90 persen dipasok dari impor. Sebagian besar berasal dari Cina dan diikuti dari India.

Dengan peningkatan kerja sama investasi di industri bahan baku obat, Indonesia berharap dapat mengurangi ketergantungan dari impor dan meningkatkan peluang untuk mengembangkan industri farmasi nasional.

India merupakan negara mitra dagang terbesar ke-8 bagi Indonesia. Transaksi perdagangan antara kedua negara mencapai 14,6 miliar dolar AS atau Rp 197,1 triliun dengan asumsi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah senilai Rp 13.500. Transaksi sebesar itu setara 4,9 persen dari seluruh total perdagangan Indonesia pada tahun 2015.

Presiden CII Naushad Forbes menegaskan India tidak hanya menginginkan bertambahnya perusahaan mereka berinvestasi di Indonesia. India juga mengundang pelaku industri asal Indonesia memanfaatkan peluang bisnis di negara tersebut.

“CII akan membantu proses investasi dengan berbagi informasi tentang prospek usaha serta mempertemukan dengan perusahaan manufaktur India. Hal yang sama juga kami harapkan secara timbal balik, apalagi sejarah kerja sama kedua bangsa telah berlangsung sangat lama,” katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA