Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

‘Perpeloncoan di MOS Itu Sisa Kolonialisme’

Rabu 13 Jul 2016 16:38 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Anies Baswedan

Anies Baswedan

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menganggap perpeloncoan di Masa Orientasi Sekolah (MOS) atau Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru (PLSBSB) merupakan sisa dari kolonialisme. Untuk itu, dia menyerukan seluruh pihak sekolah agar bisa menghindari praktik berbau kekerasan ini.

“Itu sisa-sisa kolanialisme sedangkan kita sudah jadi bangsa yang merdeka. Hargai kemerdekaan dengan menghargai kemerdekaan orang,” ungkap Anies saat berkunjung ke Mahaka Media, Gen FM-Jak FM di Jakarta, Rabu (13/7).

Anies tidak menampik praktik perpeloncoan ini memang selalu terjadi dari tahun ke tahun. Bahkan, sejumlah sekolah menganggap ini sebuah kebiasaan yang dianggap normal. Oleh sebab itu, dia berharap bisa mengembalikan sekolah dalam praktik yang lebih beradab. Salah satu caranya dengan mengeluarkan Peraturan Mendikbud (Permendikbud) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru.

Pada aturan tersebut tertulis secara eksplisit melarang perlakuan berbau kekerasan. Di samping itu, tertera juga agar sekolah tidak memberikan tugas yang tak masuk akal kepada peserta didik baru. “Seperti hitung kacang hijau, pakai atribut dengan yang kuncir-kuncir rambutnya itu tidak boleh ada,” kata Anies.

Para peserta didik baru hanya perlu memakai seragam sekolah yang telah ditentukan. Menurut Anies, MOS atau PLSBSB bertujuan untuk mengenalkan sekolah. Dengan kata lain, penanggung jawab kegiatan bukan senior tapi guru dan kepala sekolah. Kegiatannya pun hanya berkutat pada hal pendidikan di sekolah, seperti fasilitas, sarana dan prasarana.

“Termasuk mengenal teknik belajar di sekolah, guru, kegiatan ekstrakurikuler, kamar mandi dan parkirannya dimana, kendaraan umum yang tersedia apa saja. Jadi benar-benar berhubungan dengan kegiatan belajar,” terang dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA