Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

 

Rencana Pemerintah Telat Dituding Jadi Biang Macet Parah Saat Mudik

Ahad 10 Jul 2016 19:17 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nur Aini

Kendaraan pemudik terjebak macet parah di Tol Pejagan, Jawa Tengah, Senin (4/7).  (Republika/Wihdan Hidayat)

Kendaraan pemudik terjebak macet parah di Tol Pejagan, Jawa Tengah, Senin (4/7). (Republika/Wihdan Hidayat)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pengamat transportasi Danang Parikesit menilai pemerintah masih kedodoran dalam membuat perencanaan untuk musim mudik 2016. Ia mencontohkan hal tersebut dalam kesiapan angkutan Lebaran.

Danang menyebut, program angkutan Lebaran yang disiapkan pemerintah baru diumumkan tiga pekan sebelum Ramadhan. Menurut Danang, hal itu sangat terlambat. Program angkutan Lebaran harusnya diumumkan sejak jauh hari sebelumnya sehingga ada kesempatan untuk membuat perencanaan yang lebih matang. Misalnya, angkutan apa yang harus ditambah, berapa anggaran yang akan terpakai, rekayasa lalu lintas seperti apa yang bakal diterapkan, dan sebagainya.

Danang, yang juga menjabat sebagai ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) tersebut berpendapat perencanaan sangat penting karena setiap peristiwa yang terjadi di jalan harusnya sudah dapat diprediksi sejak proses perencanaan.

"Kami di MTI sejak lama mengatakan namanya Idul Fitri itu kan tahunan, maka semua datanya sudah bisa ditentukan sebelumnya," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (11/7).

Data yang dimaksud Danang antara lain data lalu lintas, pola perjalanan pemudik, data kecelakaan, pola kecelakaan, dan lokasi kecelakaan. Dari data-data itulah pemerintah dapat membuat perencanaan. Misalnya, jika pemerintah telah memiliki data pemudik dengan kendaraan pribadi, maka pemerintah sudah dapat memperkirakan berapa kendaraan yang akan melewati pintu tol.

Dari situ, kata Danang, dapat dibuat simulasi seberapa panjang antrean kendaraan di pintu keluar tol Brebes Timur yang baru. Kemudian, dari simulasi dapat ditentukan opsi-opsi sebagai solusi kemacetan.

Namun, menurut Danang, sayangnya pemerintah kembali telat dalam membuat simulasi. "Yang saya tahu simulasi kemarin itu baru dilakukan menunggu anggaran. Ini lucu, Lebaran kan agenda tahunan," ujarnya. Karenanya, agar pelaksanaan mudik tahun depan dapat lebih teratur, Danang meminta pemerintah untuk membuat perencanaan untuk mudik 2017 sejak sekarang.




  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES