Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Tahura Saree, Ekowisata Intelektual yang Mendidik

Jumat 08 Jul 2016 08:08 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Tahura Saree

Tahura Saree

Foto: Acehnews

REPUBLIKA.CO.ID, JANTHO -- Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Merah Intan di Kecamatan Lembah Selawah, Saree, Kabupaten Aceh Besar merupakan ekowisata berwawasan lingkungan yang mendidik.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Aceh Ir Husaini Syamaun MM, di Saree, Jumat, menyampaikan Tahura Pucot Merah Intan merupakan satu-satunya ekowisata andalan yang dikelola langsung oleh Pemerintah Aceh dan menyediakan aktivitas wisata lingkungan yang mendidik.

"Tahura adalah ekowisata berbasis intelektual yang masih alami," kata Husaini yang sempat memantau tingkat kunjungan wisatawan ke Tahura Pocut Merah Intan itu pada Kamis (7/7).

Ia mengakui, banyak kalangan pendidik membawa anak-anak didiknya ke tahura itu, dan mereka bisa bermaian sembari menyaksikan lungsung pelbagai jenis pepohonan yang ada dalam kompleks tersebut.

"Anak-anak yang bermain di Tahura jadi tahu berbagai jenis pohon dan mereka kami berikan pemahaman keberadaan hutan untuk keberlangsungan hidup manusia," ujarnya lagi.

Kadis Kehutanan Aceh juga menjelaskan, dalam area tahura tersebut menawarkan pelbagai aktivitas wisata yang terdiri dari jogging track, jungle tracking, outbound, canopy trail, dan pemandian air terjun.

"Objek yang paling diminati oleh kawula muda adalah swafoto di rumah pohon, dan bagi pengunjung yang ingin bermalam di area tahura juga tersedia bungalow dan home stay yang keseluruhan bisa menampung sekitar 20 wisatawan," katanya lagi.

Ia juga mengimbau kepada setiap pengunjung tahura maupun masyarakat secara umum sadar akan keberadaan hutan sebagai para-paru dunia.

"Mari kita bersama-sama mengkampanyekan ke semua lapisan masyarakat untuk dapat menjaga keberlangsungan hutan dari tangan jahil demi kepentingan bersama," kata dia.

Dia menyebutkan, luas area tahura itu sekitar 6.300 hektare yang meliputi dua kabupaten, yakni Aceh Besar dan Pidie, kedua wilayah tersebut meliputi Seulawah Dara (Pidie) dan Selawah Agam (Aceh Besar).

"Tahura itu merupakan hutan tropis dan banyak terdapat fauna serta flora khas," katanya lagi.

Salah seorang petugas Tahura Pocut Merah Intan Ikhsan Iqbal mengatakan, beberapa tahun terakhir pengunjung terus meningkat dan masih didominasi oleh wisatawan domestik dari Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, dan sekitarnya.

"Letaknya sangat strategis persis di jalan utama Medan-Banda Aceh, sehingga mudah terjangkau serta udaranya masih sangat asri nan segar," kata dia.

Bagi setiap pengunjung hanya membayar biaya retribusi Rp5 ribu per orang termasuk biaya parkir dan bisa menggunakan fasilitas umum lainnya seperti tempat ibadah dan MCK yang juga memadai.

Ikhsan juga menyampaikan, tahura ini dibuka untuk umum setiap hari, dimulai dari pukul 09.00 sampai dengan 17.00 WIB, dan hari Senin hingga Jumat pengunjungnya tergolong stabil.

"Pengujung Tahura Pocut Merah Intan meningkat dua kali lipat dari hari biasanya pada hari Sabtu dan Minggu serta hari-hari libur panjang lainnya. Dalam area tahura juga tersedia fasilitas kafe yang siap melayani kebutuhan pengunjung," kata Ikhsan pula.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA