Limbangan dan Kadungora Padat, Jalur Nagreg Macet Siang Ini

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Bilal Ramadhan

 Kamis 07 Jul 2016 13:01 WIB

Antrean kedaraan para pemudik di jalur selatan, Jl Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (2/7) sore. (Foto: Mahmud Muhyidin) Foto: Mahmud Muhyidin Antrean kedaraan para pemudik di jalur selatan, Jl Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (2/7) sore. (Foto: Mahmud Muhyidin)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepadatan arus lalu lintas terjadi di jalur selatan Nagreg pada Kamis (7/7) siang ini. Kemacetan ini mulai terasa saat melewati daerah Parakanmuncang. Dari situ, kendaraan bisa merayap ke pertigaan Cagak Nagreg dengan kecepatan maksimal 5 kilometer per jam.

Kapolsek Nagreg Kompol Agus Sobri menuturkan, kemacetan yang terjadi di Nagreg ini imbas dari padatnya arus kendaraan di dua titik di Kabupaten Garut, yakni Limbangan dan Kadungora. Karena di dua titik tersebut padat, maka polisi sempat memberlakukan sistem satu arah di pertigaan Cagak Nagreg.

"Buka-tutup tadi sempat diberlakukan untuk jalur yang ke arah Kadungora karena dari tadi padat. Kalau buka-tutup yang ke Limbangan, belum," ujar dia kepada Republika, Kamis (7/7) siang.

Akibat terhambat di dua titik itu, arus kendaraan di Nagreg hanya bisa melaju hingga kecepatan 5 kilometer per jam. Kerja sama antara Polres Garut dan Bandung pun terus dilakukan untuk mengurai kepadatan di dua titik yang selalu menjadi titik awal kemacetan itu.

Kepadatan arus lalu lintas di Nagreg juga karena penyempitan jalan dari arah Nagreg menuju timur. Jalur di Nagreg memiliki empat sampai lima lajur, sementara jalur di wilayah Garut hanya memiliki satu lajur. Akibatnya, kendaraan berebut ke satu lajur itu.

Kepadatan kali ini juga terjadi karena masih banyaknya arus mudik lokal, baik itu dari Bandung menuju Tasikmalaya atau Garut, dari Garut menuju Tasikmalaya ataupun sebaliknya. Diperkirakan, kepadatan arus ini akan terjadi hingga malam nanti. "Mudik lokal ini mah, ada yg mau ke pemakaman dan silaturahmi," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X