Pengusaha Bunga Potong Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran

Red: Andi Nur Aminah

 Senin 04 Jul 2016 22:07 WIB

Pedagang bunga potong  Foto: Republika/Raisan Al Farisi Pedagang bunga potong

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Pengusaha bunga potong di Kota Palembang kebanjiran pesanan sejak beberapa hari menjelang Lebaran 2016 dibandingkan hari biasa. "Bila dihitung jumlah pesanan bunga potong peningkatannya bisa mencapai 300 persen dibandingkan kondisi hari biasa," kata Rina Sophiana, salah satu pelaku usaha bunga potong di kawasan Makrayu Palembang, Senin (4/7).

Ia mengakui pesanan bunga untuk Idul Fitri 1437 Hijriah terbilang cukup istimewa dikarenakan jumlah peminat lebih banyak dibanding pada bulan-bulan lain. "Ada puluhan pesanan yang harus saya antarkan sejak beberapa hari terakhir sebelum hari lebaran," ujar wanita yang telah tiga tahun menekuni usaha ini.

Menurut dia, bila hari biasa dia melayani pemesanan buket pengantin, dekorasi pelaminan dan kamar dengan bunga potong. Untuk hari raya ini kebanyakan pelanggan lebih memilih bunga potong yang beraroma harum.

Rina mengatakan bunga seperti sedap malam dan lili jadi primadona pelanggan untuk lebaran tahun ini. Sementara, mengenai harga per potong dibandrol kisaran Rp 10 ribu hingga puluhan ribu rupiah. Sedangkan untuk bunga rangkaian yang banyak dipesan pada Lebaran ini dijamin harga diberikan sangat bersaing antara Rp 100 ribu hingga di atas Rp 500 ribu.

Pesanan datang tidak hanya warga Palembang tetapi juga dari berbagai kota di Sumatra Selatan. Di antaranya dari Prabumulih, Banyuasin, Musi Banyuasin, Lubuk Linggau, dan Kota Baturaja.

Pada Lebaran 2016, menurut Rina, dia juga mendapatkan pesanan dari sejumlah instansi pemerintahan setempat, perusahaan BUMN, dan perusahaan swasta. Mengenai pasokan bunga potong, Rina mengatakan sebagian berasal dari petani lokal Sumsel dan bila kondisi stok kosong didatangkan dari Bandung.  Mengenai pemasarannya dia mengaku menggunakan media sosial atau internet untuk berpromosi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X