Jalur Nagreg-Garut Padat Merayap

Red: Hazliansyah

 Senin 04 Jul 2016 02:38 WIB

Antrean kedaraan para pemudik di jalur selatan, Jl Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (2/7) sore. (Foto: Mahmud Muhyidin) Foto: Mahmud Muhyidin Antrean kedaraan para pemudik di jalur selatan, Jl Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (2/7) sore. (Foto: Mahmud Muhyidin)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Arus kendaraan di jalur selatan lintas Nagreg, Kabupaten Bandung hingga memasuki Kabupaten Garut padat merayap, Ahad (3/7) menjelang tengah malam.

Arus kendaraan sempat terhenti dan menyebabkan antrean kendaraan ketika pintu perlintasan kereta api di Nagreg ditutup.

Selanjutnya kepadatan juga mulai terjadi ketika memasuki Jalan Cagak Nagreg mengarah Garut Kota dan Limbangan menuju Tasikmalaya. Antrean kendaraan di Jalan Cagak terjadi sejalur menuju Limbangan, Kabupaten Garut, sementara ke arah Garut Kota laju kendaraan lancar.

Kepadatan kendaraan menuju Limbangan tersebut disebabkan adanya penyempitan jalan dari dua lajur menjadi satu lajur menuju Limbangan.

Laju kendaraan yang mengarah ke Garut kota tersendat di kawasan Kadungora karena adanya persimpangan tiga dan perlintasan kereta api.

Menurut Penanggungjawab Penghitungan Arus Mudik Lebaran Posko Induk Nagreg Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo, arus kendaraan pada Ahad (3/7) malam mengalami peningkatan. Ia memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2016 akan terjadi pada Ahad (3/7) atau dua hari sebelum Lebaran.

"Perkiraan itu berdasarkan puncak arus mudik tahun lalu H-2 Lebaran puncaknya mencapai 152.906 (kendaraan, red.), sedangkan tahun ini H-3 total kendaraan dari pukul 00.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB sudah mencapai 132.991," katanya.

Ia mengatakan jumlah kendaraan tersebut lebih banyak dibandingkan dengan penghitungan hari sebelumnya sejak diberlakukannya pengamanan Lebaran.

Jika volume kendaraan dalam sehari sudah melewati 150 ribu kendaraan seperti angka tahun sebelumnya, kata Eric, maka prediksi hari berikutnya jumlah kendaraan yang melintas akan turun.

"Kalau sekarang puncaknya, kemungkinan besok (4/7) akan menurun," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X