Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

IKADI: Bersikap Wajar kepada Guru

Ahad 03 Jul 2016 16:08 WIB

Rep: rahmat fajar/ Red: Damanhuri Zuhri

Ahmad Satori Ismail, Ketua Ikatan dai Indonesia

Ahmad Satori Ismail, Ketua Ikatan dai Indonesia

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus murid melaporkan gurunya ke polisi karena mencubit terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur. Sebagian orang menilai kasus ini semestinya tidak perlu terjadi karena hal yang kecil.

Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Prof Dr KH Ahmad Satori Ismail mengatakan, masyarakat harus memahami guru merupakan sosok yang perlu ditiru. Guru harus dijadikan teladan. "Kita harus bersikap kepada guru dengan wajar," ujat Satori kepada Republika, Ahad (3/7).

Sehingga murid dapat menghargai guru. Kasus yang terjadi di Sidorajo, Satori menilai akan membahayakan kepada masa depan pendidikan Indonesia. Menurut Satori, murid akan menjadi sombong. Kemudian guru dikhawatirkan hanya sekadar menyampaikan tugas pelajaran kepada murid.

Sebab itu, menurut Ahmad Satori Ismail, orang tua juga perlu menghargai keputusan guru. Terutama yang terkait untuk memajukan bangsa. Satori juga mengharapkan agar orang tua tidak reaktif melaporkan guru ke penegak hukum.

Satori menuturkan, akan lebih baik orang tua mempercayakan guru untuk mendidik anaknya. "Sehingga sepenuh hati membina, mendidik, bukan sekedar mengajar," Satori menegaskan.

Sebelumnya, Sambudi guru SMP swasta di Sidoarjo dilaporkan ke polisi oleh muridnya sendiri. Sambudi mencubit muridnya berinisial R karena tidak mengikuti salat berjamaah. Orang tua R tidak menerima anaknya dicubit sehingga melaporkannya ke polisi atas dugaan penganiayaan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA