Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Vatikan Sampaikan Pesan Ramadhan dan Idul Fitri

Jumat 01 Jul 2016 02:37 WIB

Red: Citra Listya Rini

Halaman Vatikan ramai dikunjungi turis.

Halaman Vatikan ramai dikunjungi turis.

Foto: Republika/Erik PP

REPUBLIKA.CO.ID,  VATIKAN  --  Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue), Vatikan menerbitkan dokumen resmi yang berisikan pesan Ramadhan dan Idul Fitri 1437 Hijriah kepada umat Islam di seluruh dunia, pesan diberi judul Christians and Muslims: Beneficieries and Instruments of Divine Mercy.

Pejabat di Kedutaan Indonesia untuk Tata Suci Vatikan, di Vatikan, Sturmius Bate, Jumat (1/7), mengatakan pesan Ramadhan dan Idul Fitri bagi umat Islam merupakan tradisi tahunan bagi Vatikan, yang telah berlangsung sejak 43 tahun lalu.

Pesan itu umumnya dikirim menjelang akhir bulan suci Ramadhan atau sebelum perayaan Idul Fitri, baik melalui perwakilan diplomatik negara sahabat di Vatikan maupun melalui Kedutaan Besar Vatikan (Nunciature) Vatikan di seluruh dunia.

Pesan Ramadhan dan Idul Fitri 1437 H kali ini berisikan beberapa hal penting, di antaranya harapan spiritual agar umat Islam yang menjalankan ibadah puasa mendapatkan pahala berlimpah. Vatikan menyampaikan harapan semoga Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat ikatan kerohanian antara umat Kristiani dan Islam.

Melalui pesan yang ditulis Kardinal Jean-Louis Tauran itu, Vatikan memberi penekanan pada kesamaan antara Kristiani dan Islam, dimana umat Kristiani dan Islam sama-sama mengimani Allah sebagai sosok Yang Maha Pengampun dan Maha Mengasihi segala makhluk ciptaan-Nya, termasuk manusia.

Terhitung 8 Desember 2015 hingga 20 November 2016, Gereja Katolik Roma merayakan Extraordinary Jubilee of Mercy yang dikenal dengan sebutan Yubileum Kerahiman dalam bahasa Indonesia. Yubileum sendiri merupakan tradisi dalam Gereja Katolik yang hanya dirayakan sekali dalam setiap 25 tahun.

Yubileum terakhir dirayakan pada 2000 dan perayaan Yubileum kali ini tidak dalam penanggalan rutin (setiap 25 tahun).  Yubileum Kerahiman ini dimaknai umat Katolik untuk mengenang Allah Sang Maha Pengampun.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA