Arus Mudik Dimulai, Masih Ada Bus yang tak Laik Jalan

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Friska Yolanda

 Kamis 30 Jun 2016 17:16 WIB

Aktivitas terminal Pulo gebang, Jakarta Timur, Rabu (29/6).  (Republika/ Yasin Habibi) Foto: Republika/ Yasin Habibi Aktivitas terminal Pulo gebang, Jakarta Timur, Rabu (29/6). (Republika/ Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Memasuki arus mudik lebaran Idul Fitri 2016, masih ditemukan bus yang kondisinya tak laik jalan. Padahal, kelayakan bus termasuk kondisi kesehatan pengemudinya memegang peran penting dalam keselamatan para penumpang.

Hal itu terungkap saat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementrian Perhubungan, Sugihardjo, melakukan sidak ke Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, Kamis (30/6). 

Di Terminal Harjamukti, Sugihardjo menemukan ada satu bus yang dinilainya tidak memenuhi tiga aspek. Yakni ketiadaan speedometer, ketiadaan rem tangan dan tidak ada sabuk pengaman.  

Bus yang sudah sarat penumpang itupun langsung dilarang untuk keluar dari areal terminal. Sedangkan para penumpangnya dipindahkan ke bus lainnya.

"Mulai tahun ini seluruh armada yang digunakan untuk mudik kita periksa sejak 6 hingga 24 Juni kemarin, tidak secara sampling atau random lagi," kata Sugihardjo.

Pemeriksaan itu meliputi armada bus, pesawat, kapal maupun kereta api. Dari semua armada yang diperiksa itu, kondisi memprihatinkan terjadi pada armada bus. 

Dari total bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang mencapai sekitar 14 ribu unit, yang sudah diperiksa sebanyak kurang lebih 10.500 unit. Dari jumlah yang sudah diperiksa tersebut, sebanyak 50 persennya tidak laik jalan atau memiliki banyak catatan. 

"Bus-bus itu tidak memiliki lima hal," Sugihardjo. 

Adapun kelima hal itu, yakni ban tidak boleh aus, ban vulkanisir tidak boleh di depan, kaca depan tidak boleh retak apalagi pecah, speedometer harus berfungsi, rem tangan harus berfungsi dan ada sabuk pengaman.

Sugihardho mengatakan, dengan masih banyaknya bus yang tak laik jalan, maka menteri Perhubungan dengan dirjen Perhubungan Darat  melakukan pertemuan dengan seluruh perusahaan bus. Dalam pertemuan itu, perusahaan bus sudah berkomitmen untuk memperbaikinya.

Sugihardjo pun memberikan tips kepada pemudik yang menggunakan bus. Di antaranya, gunakan bus yang berangkat dari terminal karena sudah diperiksa kelayakannya. 

"Pilih bus yang sudah ditempeli stiker (laik jalan)," ujar Sugihardjo. 

Sementara itu, pemeriksaan kondisi kelayakan kendaraan dan kesehatan pengemudi juga dilakukan jajaran Satlantas Polres Indramayu bekerja sama dengan Dishub dan Dinkes setempat di Terminal Indramayu, Kamis (30/6). 

"Ada dua bus dan tujuh elf yang kami periksa. Hasilnya semua laik jalan," terang Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Dony Eko Wicaksono.

Dony menjelaskan, untuk pengecekan kendaraan, dilakukan oleh petugas dari Dishub Indramayu. Sedangkan pengecekan kondisi kesehatan pengemudinya, dilakukan Dinas Kesehatan Indramayu.

Dony pun mengimbau para pengemudi angkutan umum untuk memperhatikan faktor keselamatan selama berkendaraan. Menurutnya, pengemudi bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan para penumpangnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X