Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Permukiman Kumuh Imbas dari Pembangunan Kota

Rabu 29 Jun 2016 23:38 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Karta Raharja Ucu

  Penuntasan Permukiman Kumuh Perkotaan. Komplek permukiman kumuh di tepi Sungai Ciliwung, Jakarta, Selasa (4/8).  (Republika/Wihdan)

Penuntasan Permukiman Kumuh Perkotaan. Komplek permukiman kumuh di tepi Sungai Ciliwung, Jakarta, Selasa (4/8). (Republika/Wihdan)

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Permukiman kumuh selalu dilihat seolah-olah tiada implikasi terhadap pertumbuhan kota. Padahal menurut Antropolog Universitas Indonesia Hestu Prahara, permukiman kumuh sebagai implikasi logis dari pertumbuhan ekonomi ekonomi dan industrisasi.

"Nah waktu dia tumbuh selayaknya pertumbuhan industrialisasi macam-macam mau makin besar dia butuh tenaga kerja murah," katanya di Jakarta, Rabu (29/6).

Sedangkan, lanjut Hestu, tenaga kerja murah ini tidak ada di Jakarta. Maka tenaga kerja diambil dari daerah-daerah. Karena itu ada perpindahan dari desa ke kota.

"Maka tidak tepat jika dibilang 'siapa suruh datang ke Jakarta' Jakarta sebenarnya yang butuh," kata Hestu.

Pertumbuhan kota yang membutuhkan imigrasi untuk mengisi tenaga kerja murah itu tidak terlihat seperti itu. Tenaga kerja murah yang ikut dalam pertumbuhan ekonomi Kota Jakarta tidak terlihat. Menurut Hestu hal ini karena akhirnya mereka terserap ke pekerjaan informal.

Jadi, tambah Hestu, tenaga kerja yang menyokong pertumbuhan ekonomi Jakarta ini diikat hubungan kerja yang sangat rentan. Sehingga memunculkan kondisi yang membuat mereka tidak bisa pulang atau memilih tinggal di Jakarta.

"Jawaban paling logis kalau melihat mereka terserap tenaga kerja yang tidak aman dan mau tinggal di Jakarta pilihannya adalah bukan apartemen, bukan perumahan mewah di Pantai Indah Kapuk," ucap alumni École Normale Supérieure ini.

Keberadaan mereka tidak sekedar 'babat lahan'. Hestu menjelaskan mereka juga harus terlibat lagi dengan relasi kemudian ada disitu. Seperti preman dan lain-lain.

"Maka permukiman kumuh menjadi konsekuensi logis dari pembangunan ekonomi kota," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA