Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Menristekdikti akan Evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru

Selasa 28 Jun 2016 15:18 WIB

Red: Esthi Maharani

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir.

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( menristekdikti ) mohamad nasir mengatakan akan mengevaluasi penerimaan mahasiswa baru .

"Sistem penerimaan mahasiswa ke depan akan dievaluasi. Banyak anak Indonesia pada Desember atau November sudah ada penjaringan perguruan tinggi asing. Sehingga anak kita yang pintar-pintar sudah punya kepastian diterima di perguruan tinggi asing," ujar Nasir, Selasa (28/6).

Dia menambahkan pihaknya juga akan memperpendek penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri.

"Kami mau seleksi bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Jadi tidak terbatas waktu, tujuannya agar proses lebih sederhana seperti di perguruan tinggi asing. Contohnya seperti perguruan tinggi asing yang hanya mensyaratkan TOEFL dan GMAT," tambah dia.

Selain itu, evaluasi tersebut dimaksudkan agar dapat menjaring calon-calon mahasiswa yang berprestasi.

"Kalau berdasarkan waktu, bisa tidak kalau sebelum lulus SMA dilakukan seleksi."

Kemristekdikti akan membuat formulasi agar calon mahasiswa bisa ikut tes masuk PTN lebih dari sekali.

"Kalaupun tes ini dipertahankan maka akan dikembangkan dengan sistem berbasis komputer. Kalau tahun ini hanya 2.500 peserta, tahun depan diusahakan jadi 20.000 peserta untuk tes berbasis komputer," terang Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu.

Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Rochmat Wahab, mengatakan perubahan jadwal seleksi mungkin saja bisa dilakukan.

"Tapi yang mungkin bisa diubah yang SBMPTN karena kalau yang SNMPTN dilakukan harus menunggu nilai UN dulu," kata Rochmat.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA