Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Kamp Pengungsi Palestina Terbesar itu Ada Negara ini

Ahad 19 Jun 2016 12:33 WIB

Red: Nasih Nasrullah

REPUBLIKA.CO.ID,Jika Anda mengunjungi Yordania, sempatkanlah berkunjung ke Kamp Pengungsi al-Buq’ah. Kamp yang terletak di Barat Laut ibu kota Yordania, Amman, sekitar 22 km ini, didaulat sebagai kamp pengungsian terbesar  sepanjang sejarah untuk pengungsi Palestina yang berada di luar negara mereka.

Kamp yang didirikan menyusul Perang Arab-Israel 1967 itu, menurut data Pusat Pengungsi Palestina,  mencampai 120 ribu jiwa yang terdiri dari 13 ribu kepala keluarga.
UNHCR PBB membangun sejumlah fasilitas di kamp ini, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial.

Sebanyak 16 unit sekolah (dengan 27 ribu murid) beroperasi, dua klinik kesehatan yang didukung 12 tenaga medis dan 57 perawat, dan sentra layanan pembagian makanan.

Kendati demikian, para pengungsi hingga kini, masih mengeluhkan rendahnya kualitas layanan fasilitas yang ada di kamp. Di antaranya, kurangya peralatan medis dan jenis obat yang minim, serta kemampuan daya beli yang rendah akibat kemiskinan. Menurut statistik pada 2010, jumlah pengangguran di kamp ini mencapai 26 persen.  

Namun, di tengah-tengah keterbatasan itu, tak sedikit warga di kamp yang tak mau kalah dengan keadaan. Mereka bangkit. Banyak penghuni kamp yang sukses di bidang akademis mereka, seperti kedokteran, perawat, dan lainnya. Tak sedikit pula di antara mereka yang berhasil menduduki jabatan-jabatan penting di pemerintahan Yordania.

Kesuksesan tersebut, tak membuat mereka melupakan perhatian dan kepedulian atas penderitaan saudara-saudara mereka di Palestina. Ini antara lain ditunjukkan dengan intensitas demonstrasi anti-Zionis Israel yang cukup tinggi.
Pada 1970, ada 400 warga kamp yang ditangkap menyusul bentrokan dengan tentara Yordania. Pada 2004, tiga orang terluka dan enam di tahan buntut bentrok demonstrasi atas agresi Israel di Gaza.   
 
 
 
 
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA