Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

 

ASDP Luncurkan Mobile E-Ticketing untuk Lebaran

Jumat 17 Jun 2016 21:42 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Dwi Murdaningsih

Pemudik bermotor masuk ke kapal feri di Pelabuhan Merak, Banten, Ahad (28/8). PT. Angkutan Sungai, Danau, dan Pelabuhan (ASDP), Indonesia Ferry menyiapkan dua kapal khusus bagi sepeda motor.

Pemudik bermotor masuk ke kapal feri di Pelabuhan Merak, Banten, Ahad (28/8). PT. Angkutan Sungai, Danau, dan Pelabuhan (ASDP), Indonesia Ferry menyiapkan dua kapal khusus bagi sepeda motor.

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan berbagai persiapan demi menyukseskan operasi angkutan penyeberangan lebaran 2016 yang aman. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Danang S Baskoro mengatakan perseroan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa penyeberangan.

Adapun produksi angkutan Lebaran selama H-7 hingga H+7 di 7 lintasan yang dipantau selama arus mudik dan balik Lebaran 2016 diestimasikan total trip 15.637 atau naik 12 persen dibandingkan tahun lalu, total penumpang 3.639.726 orang atau naik lima persen, sepeda motor 417.771 unit atau naik enam persen, dan kendaraan roda empat sebanyak 537.369 unit atau naik enam persen dibandingkan tahun lalu.

Untuk tahun ini, ia katakan, kapasitas angkut kapal di tujuh lintasan utama yang dipantau selama arus mudik dan balik Lebaran 2016 sangat mencukupi yaitu sebanyak 195 unit kapal, yang terdiri dari lintasan Merak-Bakaheuni dengan total kapal yang beroperasi 59 unit kapal (9 ASDP, 50 swasta) , Ketapang-Gilimanuk total 52 kapal (3 ASDP, 49 swasta) , Padangbai-Lembar total 34 kapal (3 ASDP, 31 swasta), Bajoe-Kolaka (7 kapal swasta), Tanjung Api-Api-Tanjung Kelian total 8 kapal (2 ASDP, 6 swasta), Kayangan-Pototano total 19 kapal (4 ASDP, 15 swasta), dan Kariangau-Penajam total 16 kapal (4 ASDP, 12 swasta).

"Prediksi adanya lonjakan pengguna jasa ini yang harus kita antisipasi semaksimal mungkin. Mulai dari penambahan loket tiket, pola operasi kapal berukuran besar, hingga berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan lainnya, demi lancarnya operasional angkutan penyeberangan," kata Danang, Jumat (17/6).

Dari ketujuh lintasan terpantau, yang terpadat adalah lintasan Merak–Bakauheni. Di lintasan Merak – Bakauheni ini diperkirakan jumlah penumpang akan mengalami kenaikan 13 persen dibandingkan 2015, jadi jumlah totalnya diperkirakan mencapai lebih dari 1 juta orang.

Sedangkan untuk kendaraan umum dan pribadi, diperkirakan mengalami kenaikan dengan rincian truk sebesar empat persen, sepeda motor dan bus lima persen, kendaraan kecil delapan persen, sehingga, jumlah total kendaraan yang akan diseberangkan diprediksi mencapai lebih dari 200 ribu unit kendaraan.

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi lonjakan pengguna jasa penyeberangan dan upaya peningkatan layanan saat mudik Lebaran, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan layanan pembelian tiket di luar pelabuhan, yaitu mobile e-ticketing untuk mempermudah pembelian tiket tanpa antrian dan lebih nyaman. Layanan mobile e-ticketing ini tersedia di KM 43 dan KM 68 Rest Area Tol Tangerang – Merak, dan untuk arus balik di Hotel 56 Kalianda, Lampung.

Layanan mobile e-ticketing ini memberikan pilihan ‘one stop services’ kepada pengguna jasa dengan berhenti di Rest Area. Di lokasi Rest Area, calon penumpang feri dapat lebih menikmati kenyamanan, karena selain membeli tiket, dapat beristirahat, makan, ataupun menjalankan ibadah sholat. Selain itu, pengguna jasa yang membeli tiket di Rest Area dapat menikmati gate khusus pada saat memasuki Pelabuhan dan mempersingkat waktu mengantri.

"Dasar mobile e-ticketing dilakukan, untuk mengantisipasi kenaikan volume kendaraan roda 4 yang menuju Merak yang diperkirakan tahun ini naik 8 persen saat arus puncak mudik, dimana tahun 2015 mencapai 12.736 unit. Dengan asumsi naik 8 persen, diperkirakan tahun ini volume kendaraan roda empat mencapai 13.755 unit saat puncak arus mudik atau rata-rata 1.719 unit kendaraan per jam di peak hour 18.30 malam hingga 02.30 pagi," kata Danang.

Untuk kali pertama, mobile e-ticketing ditetapkan di Rest Area KM 43 dan KM 68 Tol Tangerang – Merak, dan untuk arus baliknya di Hotel 56 Kalianda – Lampung Selatan, yang di masing-masing tempat akan disediakan 3 loket penjualan tiket. Layanan mobile e-ticketing ini akan melayani pengguna jasa selama 24 jam penuh tiap harinya, mulai dari H-12 hingga H-1 Lebaran (Rest Area) dan H+1 hingga H+7 di Hotel 56 Kalianda, Lampung.

Selain itu, untuk mengantisipasi antrian panjang manajemen juga melakukan penambahan loket penjualan tiket di lintasan Merak - Bakauheni. Di Merak, penambahan loket portable sebanyak 42 unit, yakni 2 loket penumpang, 14 loket sepeda motor, 9 loket kendaraan, 10 loket di Terminal Terpadu Merak (TTM), 3 loket rest area KM43, 3 loket rest area KM68, dan 1 loket di stasiun kereta api. Sedangkan untuk di pelabuhan Bakauheni, penambahan loket sebanyak 12 unit, yang terdiri dari 4 loket penumpang, 5 motor, dan 3 di hotel 56 Kalianda.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES