Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Dinkes: Waspada Ikan Berformalin

Selasa 14 Jun 2016 22:50 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Pengolahan ikan. Ilustrasi

Pengolahan ikan. Ilustrasi

Foto: Republika/Adhi Wicaksono

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKALAN -- Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mengimbau masyarakat mewaspadai peredaran ikan berbahan pengawet formalin yang ditemukan di sejumlah pasar tradisional selama Ramadhan di wilayah itu.

Menurut Kepala Bidang Farmasi Makanan dan Minuman (Farmakmin) dan Gizi Dinkes Bangkalan Ciptaning Tekad di Bangkalan, Selasa, temuan adanya ikan berbahan pengawet formalin itu, setelah pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan DPRD Bangkalan beberapa hari lalu.

"Untuk itu, kami meminta agar masyarakat waspada dan lebih berhati-hati apabila hendak berbelanja ikan laut," katanya.

Jenis bahan ini, kata dia, berbahaya bagi kesehatan tubuh, karena bahan pengawet yang digunakan adalah bahan pengawet yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat.

Ciptaning Tekad menjelaskan dari sisi internal Dinkes, pihaknya telah menyampaikan sosialisasi melalui para petugas media di berbagai Puskesmas di 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan, agar membantu menyampaikannya kepada masyarakat.

"Media perlu juga menyosialisasikan, sehingga masyarakat bisa paham tentang jenis atau ciri-ciri yang mengandung formalin atau bahan pengawet lainnya," katanya.

Ia menjelaskan ada beberapa pasar tradisional di Kabupaten Bangkalan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Antara lain Klampis, Sepulu, dan Pasar Banyusangkah di Kecamatan Tanjung Bumi. "Tiga pasar tradisional ini dikenal sebagai pasar ikan, dan sampai saat ini petugas kami terus melakukan pemantauan," katanya.

Menurut Ciptaning Tekad, ada beberapa ciri-ciri ikan segar yang tidak mengandung formalin atau bahan pengawet yang perlu diketahui masyarakat. Antara lain, bila sehari saja tidak dimasukkan ke lemari es ikan sudah rusak dan tidak layak dikonsumsi, insang berwarna merah dan terlihat segar, dan mudah dihinggapi lalat.

Selain itu, ikan tanpa bahan pengawet berbau khas dan segar. Sebaliknya, ikan yang menggunakan bahan pengawet tidak dihinggapi lalat walau ditaruh di tempat terbuka, warna ikan akan terlihat lebih cerah, kenyal, dan bersih, tidak berbau layaknya ikan, daging tidak cepat hancur, dan insang pada ikan berwarna merah kegelapan.

"Kami telah membuat edaran berupa penjelasan tentang ciri-ciri ikan segar tanpa bahan pengawet, dan juga ciri ikan berbahan pengawet, agar menjadi panduan masyarakat yang hendak membeli ikan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA