Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Anggota TNI Timbun 3,7 Ton Daging Sapi Ilegal

Senin 13 Jun 2016 15:21 WIB

Rep: Issha Harruma/ Red: Karta Raharja Ucu

Daging sapi

Daging sapi

Foto: pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Kodam I Bukit Barisan menemukan 3,7 ton daging sapi ilegal di salah satu rumah dinas Asrama TNI di Jl Gaperta, Medan, hari ini, Senin (13/6). Empat orang diamankan terkait hal ini.

Aslog Kodam I/BB Kolonel Arm Anggoro Setiawan mengatakan, daging tersebut diketahui berasal dari India. "Masuknya melalui Tanjung Balai Karimun lalu dibawa ke dalam asrama (TNI) Gaperta," kata Anggoro di lokasi, Senin (13/6).

Menurut Anggoro, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya penimbunan daging ilegal asal India di Asrama TNI Jl Gaperta XII. Tim pun kemudian melakukan penyelidikan.

Setelah melakukan pengintaian selama sepuluh hari, petugas Kodam I/BB akhirnya menangkap dua pria tak jauh dari asrama TNI itu. Dua orang yang berperan sebagai kurir itu, kata Anggoro, ditangkap pagi ini saat sedang mengangkut daging dengan becak motor.

"Kemudian kita lakukan pengembangan dan kita temukan lagi daging ‎di salah satu rumah di Asrama TNI yang ditempati Kopka TS, anggota TNI," ujar Anggoro.

Berdasarkan pemeriksaan awal, daging ilegal yang ditemukan di rumah tersebut berjumlah sekitar 400-an bungkus. Seluruhnya disimpan di dalam lemari es.

Selama ini, lanjut Anggoro, daging ilegal itu diedarkan ke sejumlah pasar tradisional dan modern di kota Medan. Kegiatan tersebut dikendalikan oleh istri Kopka TS berinisial V dan telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Terkait temuan daging selundupan ini, Anggoro mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Bea Cukai. "Untuk istrinya (V) dan dua orang kurir akan diperiksa di Polda Sumut. Sementara, untuk suaminya (Kopka TS) akan diperiksa di POM," ujar dia.

Selain menjalani pemeriksaan di POM, ‎Anggoro mengatakan, pihaknya juga akan mengeluarkan Kopka TS dan keluarganya dari rumah dinas. Sanksi ini diberikan karena berdasarkan aturan yang ada, tidak boleh ada kegiatan bisnis jual beli apapun di dalam asrama TNI.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA