Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

 

Tarawih Satu Juz Alquran Dinilai Membuat Waktu Ibadah Lebih Banyak

Ahad 12 Jun 2016 14:11 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Andi Nur Aminah

Shalat tarawih (ilustrasi)

Shalat tarawih (ilustrasi)

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, --- JAKARTA -- Beragam cara umat Islam melaksanakan shalat tarawih selama Ramadhan. Ada yang cukup membaca surat pendek maupun menghatamkan satu juz dalam satu kali tarawih. Kedua cara tersebut sama-sama memiliki jamaah. Bahkan tarawih dengan menghatamkan satu juz setiap malamnya pun tidak sedikit jamaahnya.

Masjid Al-Hikmah di Jalan Bangka V, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan salah satu yang melaksanakan tarawih dengan bacaan satu juz setiap malam. Hal ini sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun.

Nu'man Abdul Muiz, salah satu imam tarawih di masjid tersebut menjelaskan, dari tangal 1 hingga 20 Ramadhan setiap malam menghatamkan satu juz Alquran. Sementara pada 10 hari terakhir Ramadhan antar satu setengah sampai dua juz.

"Baca satu juz tidak terlalu buru-buru, ibadah lebih banyak waktunya, lebih bisa takarrub pada Allah," kata Nu'mam menjelaskan manfaat shalat tarawih satu juz Alqran kepada Republika.co.id di Masjid Al-Hikmah, Ahad (11/6) malam.

Nu'man menegaskan, menghatamkan Alquran dalam sahalat tarawih melatih lebih lama beribadah. Sebab, hal tersebut sebagai sarana meluapkan cinta kepada Allah swt.

Tarawih dengan satu juz Alquran di masjid tersebut, kata Nu'man berlangsung lebih dari 20 tahun. Sehingga warga setempat sudah terbiasa dengan hal itu.  Meskipun sebagian ada pula yang mengeluh karena terlalu lama. Nu'man menilai mereka ada yang tidak kuat dengan tarawih satu juz Alquran karena tidak terbiasa.

Padahal, Nu'man mengungkapkan, tarawih satu juz Alquran memiliki manfaat yang banyak. Jamaah dapat menjadikan tarawih sebagai sarana menghafal Alquran. Selain itu, jamaah juga dapat melatih cara membaca Alquran. "Mereka kan bisa menyimak melalui tarawih," ujar Nu'man.

Menurutnya, jamaah tarawih tidak ramai pada awal Ramadhan. Namun, di atas 10 hari Ramadhan, lanjutnya, biasanya jamaah terus meningkat. Hal itu dikarenakan, pada awal Ramadhan, jamaah masih sibuk dengan pekerjaannya yang belum libur. Jamaah di masjid tersebut kebanyakan bekerja di perkantoran.

Nu'man juga menjelaskan strategi imam tarawih dalam menghatamkan Alquran. Menurut Nu'man, rata-rata imam membacakan lima halaman Alqran setiap dua rakaat. Di masjid tersebut, shalat tarawih dilaksanakan dengan delapan rakaat. "Paling dua jam selesai. Kecuali Senin dan Kamis ada ceramah dulu," tuturnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Bersekolah di Pekarangan Rumah

Kamis , 17 Okt 2019, 09:21 WIB