Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Pendeta Terkemuka Memeluk Pemimpin Nation of Islam di Pemakaman Ali

Jumat 10 Jun 2016 12:15 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Ani Nursalikah

Keluarga mendiang Muhammad Ali saat menshalatkan Ali di Freedom Hall, Louisville, Kentucky, Kamis, 9 Juni 2016.

Keluarga mendiang Muhammad Ali saat menshalatkan Ali di Freedom Hall, Louisville, Kentucky, Kamis, 9 Juni 2016.

Foto: AP Photo/David Goldman

REPUBLIKA.CO.ID, LOUISVILLE -- Keinginan terakhir Muhammad Ali adalah orang-orang dari semua lapisan masyarakat bisa berkumpul bersama mengucapkan selamat tinggal terakhir padanya. Tentunya, Ali senang dengan apa yang terjadi Kamis (9/6).

Petinju legendaris itu dengan mudah menyatukan masyarakat umum. Muslim berdoa selama layanan penghormatan yang dihadiri orang-orang Kristen, Yahudi dan mereka yang tidak memiliki keyakinan.

Pada satu sisi, orang-orang dengan mata tajam melihat pemimpin hak-hak sipil pendeta Jesse Jackson memeluk pemimpin Nation of Islam Louis Farrakhan.

Baca: Di Pemakaman Ali, Berbagai Agama dan Ras Berbaur

Itu akan membuat Ali senang. Pada Jumat (10/6), upacara pemakamannya akan bertabur bintang termasuk seorang presiden dan seorang raja.

Barbara Hilman, seorang perempuan berkulit hitam dari Louisville menggenggam tiket yang diterimanya setelah bangun pukul tiga dini hari untuk menghadiri acara penghormatan Ali.

"Siapa lagi yang bisa membawa semua kesatuan dan perdamaian ini? Dia (Ali) menyatukan semua orang. Muda, tua, hitam, putih dan semua agama," ujar perempuan 73 tahun itu.

Peran Ali untuk kota ini sangat besar. Ada Muhammad Ali Boulevard sebagai nama jalan dan Muhammad Ali Center. Dalam beberapa pekan terakhir, rumah masa kecilnya dibuka untuk kunjungan dan tentunya menjadi satu lagi daya tarik wisata Kota Louisville.

sumber : AP
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA