Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Fasilitas Medis Aleppo Kembali Dihantam Serangan Udara

Kamis 09 Jun 2016 12:43 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Winda Destiana Putri

Kota tua Aleppo di Suriah

Kota tua Aleppo di Suriah

Foto: Womanitely

REPUBLIKA.CO.ID, ALEPPO -- Fasilitas medis kembali terhantam serangan udara di Aleppo, Rabu (8/6). Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

PBB mengatakan ada tiga rumah sakit yang terkena sasaran dalam jangka waktu tiga jam. Salah satunya adalah rumah sakit penyedia layanan kesehatan anak.

Tim medis terpaksa mengeluarkan bayi-bayi dari inkubator. Kelompok monitor dan aktivis mengatakan serangan udara lain menimpa area dekat rumah sakit Bayan di distrik timur Shaar.

Dalam pernyataan, Direktur regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Peter Salam mengatakan tiga fasilitas medis yang hancur adalah rumah sakit al Bayan, al Hakim dan klinik Abdulhadi Fares.

Ketiganya terletak di Aleppo bagian timur. "Al Hakim adalah satu dari sedikit rumah sakit yang masih memiliki layanan pediatrik," kata Salama. Ini adalah serangan kedua terhadap rumah sakit.

Salama mengatakan ratusan personil kesehatan juga mengalami luka, bahkan tewas. "Dalam dua pekan terakhir, enam fasilitas medis diserang di seluruh negeri," kata dia. Ratusan fasilitas medis yang menyediakan layanan penyelamatan nyawa kritis untuk ribuan orang telah hancur atau rusak. 

Kini tak lebih dari 10 rumah sakit yang masih berfungsi normal di Aleppo. Semuanya merawat sekitar 350 ribu penduduk. Kantor berita AP mengutip pernyataan direktur rumah sakit yang menyebut perawat-perawat al Hakim berlarian ke basement rumah sakit sambil menggendong para bayi.

Video rekaman pascakejadian menunjukan tubuh diangkat dari gedung yang hancur dan terbakar. Tidak jelas pihak mana yang melancarkan serangan udara.

Namun pasukan pemerintah Bashar al Assad sedang mencoba mengambil alih kota yang dikuasi pemberontak itu. Pada Selasa, Assad dalam pidatonya berjanji untuk merebut kembali setiap inci tanah dari lawannya.

Aleppo yang merupakan penghubung industri dan tempat komersil Suriah terpecah sejak 2012. Pemerintah mengendalikan bagian barat dan faksi pemerintah mengambil area timur. Namun beberapa bulan terakhir, pasukan pemerintah dibantu Rusia berupaya merebut timur.

Pasukan mengepung area pemberontak dan memotong satu dari dua rute mereka ke Turki. Pertempuran di kota telah meruntuhkan kesepakatan menghentikan kekerasan yang dimediasi Rusia dan AS pada Februari lalu.

Rusia mendukung pemerintah Assad dan AS mendukung pasukan oposisi moderat yang juga melawan ISIS. Dalam perkembangan terbaru, pasukan pemberontak Suriah telah merebut kembali beberapa desa dari ISIS di utara Aleppo.

Militan ISIS mengambil alih desa antara kota Marea dan Azaz bulan lalu. Mereka juga memotong jalur pasokan ke Turki dan memaksa ribuan warga sipil menyelamatkan diri.

Pada Rabu pagi, militan diketahui telah mundur dari garis depan sekitar kota Tabqa dan Manbij. Pemerintah dan pasukan Kurdi SDF meluncurkan aksi ofensif di sana sebelumnya. Syrian Democratic Forces (SDF) yang didukung AS melaporkan pada Rabu malam, telah berhasil mengambil alih jalan masuk Manbij.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA