Pengusaha Diminta Beri Kelonggaran Muslim Taiwan Beribadah

Red: Ani Nursalikah

 Selasa 07 Jun 2016 20:24 WIB

Muslim di Taiwan. Foto: CNA Muslim di Taiwan.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Pengurus masjid besar Taipei, Senin (6/6) atau hari pertama Ramadhan, menyampaikan harapan agar majikan atau jajaran pemimpin perusahaan memudahkan pekerja Muslim menunaikan ibadah puasa dan ritual beribadah lainnya selama sebulan penuh.

Kepala masjid besar Taipei Feng Tung-yu mengutip pernyataan Imam Ibrahim Chao Ramadhan 2016, mulai 6 Juni hingga 6 atau 7 Juli saat umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Idul Fitri sebagaimana tahun kalender Hijriah 1437.

Selama Ramadhan, umat Islam diwajibkan menahan makanan dan minuman mulai dari terbitnya fajar hingga senja atau mulai 03.30 hingga 18.30 setiap hari hingga Hari Raya Idul Fitri.

Feng meminta anggota keluarga atau perusahaan yang mengontrak pekerja Muslim membantu mereka menunaikan ibadah puasa, fokus pada ibadah, membaca kitab suci dan menghadiri berbagai aktivitas pada Hari Raya Idul Fitri, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Taiwan CNA, Selasa (7/6).

Terdapat sekitar 53 ribu warga Taiwan yang menyebut dirinya Muslim. Mayoritas pekerja pabrik dan pembantu rumah tangga asal Indonesia. Jumlahnya sekitar 254 ribu jiwa pada pertengahan 2015 juga beragama Islam.

Jumlah pekerja asal Indonesia di Taiwan menduduki peringkat pertama di atas Vietnam, Thailand dan Filipina, baik di pabrik maupun pembantu rumah tangga.

Baca: Inilah Perempuan Terkuat di Dunia Versi Forbes

Berita Lainnya

Play Podcast X