Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Pertamina Antisipasi Kenaikan Kebutuhan BBM

Jumat 03 Jun 2016 19:48 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini

Salah satu SPBU Pertamina (ilustrasi).

Salah satu SPBU Pertamina (ilustrasi).

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama Ramadhan 1437 H dan musim mudik Lebaran dijamin aman. PT Pertamina (persero) menjamin ketahanan stok premium akan mencapai 17 hari, solar 28 hari, dan Avtur 25 hari. Sejalan dengan itu, dengan peningkatan konsumsi Pertamax dan Pertalite, Pertamina juga menjaga stok Pertamax 25 hari, Pertalite 7 hari, dan elpiji 17 hari.

VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menjelaskan, pihaknya memproyeksikan pemakaian premium selama masa H-15 hingga H+15 Lebaran naik dengan besaran masing-masing premium naik 15 persen dari rata-rata harian normal 71.906 kiloliter (kl) menjadi 82.496 kl. Adapun, solar bersubsidi diperkirakan turun 12 persen dari rata-rata harian normal 35.173 kl menjadi 31.118 kl.

Kenaikan signifikan diproyeksikan juga terjadi pada Pertamax, dengan kenaikan 17 persen menjadi 12 ribu kl dan Pertalite akan melonjak 43 persen menjadi 10.200 kl per hari. Proyeksi kenaikan juga terjadi pada elpiji, yaitu naik sembilan persen dari rata-rata harian normal 20.866 MT menjadi 22.622 MT.

Sementara itu, puncak arus mudik Lebaran diprediksi terjadi pada H-4 Lebaran dan puncak arus balik akan jatuh pada H+3 Lebaran. Alasannya, hari pertama kerja bagi Pegawai Negeri Sipil dan kebanyakan perusahaan jatuh pada H+4 Lebaran atau Senin (11/7). Berdasarkan catatan pemerintah dan Pertamina, pemudik lebih suka kembali ke ibukota mendekati hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran.
 
"Kita sudah memprediksi juga untuk penyaluran Premium dan Solar, kalau kita lihat estimasi dari premium sendiri kami memprediksikan bahwa puncaknya juga terjadi H-4," kata Wianda saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (3/6).

Konsumsi Premium saat puncak arus mudik Lebaran diperkirakan akan melonjak hingga 150 persen atau konsumsi sebanyak 107.859 kl pada H-4. Sedangkan konsumsi tertinggi di arus balik pada H+3 akan naik sebesar 125 persen dari normal.

Fenomena itu berbeda untuk BBM jenis solar. Musim arus mudik dan balik Lebaran diproyeksikan akan mengurangi jumlah konsumsi solar. Hal ini karena beberapa jenis angkutan berat dilarang melalui jalur mudik di saat periode mudik dan balik Lebaran. Konsumsi solar akan kembali naik setelah melewati H+4 Lebaran.

Sedangkan untuk bahan bakar jenis elpiji, angka konsumsinya tidak akan banyak berubah sepanjang masa mudik dan balik Lebaran. Untuk elpiji, puncak konsumsi sendiri akan bertahap mulai pada H-9 Lebaran. Hal ini masuk akal karena penggunaan elpiji untuk memasak relatif tidak menumpuk pada Lebaran saja.

Baca juga: Konsumsi BBM Tertinggi Diperkirakan Terjadi di Jawa Tengah

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA