Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Konsumsi BBM Tertinggi Diperkirakan Terjadi di Jawa Tengah

Jumat 03 Jun 2016 19:30 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini

 Arus Mudik Lebaran (ilustrasi)

Arus Mudik Lebaran (ilustrasi)

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 1437 H akan jatuh pada empat hari sebelum atau H-4 Lebaran. Pada puncak arus mudik ini konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) diprediksi bakal melonjak sampai 1,5 kali dari konsumsi normal harian.

Pertamina juga mencatat, berdasarkan pengalaman pada arus mudik tahun-tahun sebelumnya, Jawa Tengah menjadi daerah dengan lonjakan konsumsi BBM tertinggi. Jawa Tengah diperkirakan mengalami kenaikan konsumsi BBM sebesar 62 persen pada puncak arus mudik nanti.

"Karena Jateng kita ingat dua tahun lalu terjadi antrean cukup padat. Karena itu lokasi tengah-tengah sebelum ke Sumatra atau kembali ke Jakarta. Jadi ini kita siapkan," kata VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, Jumat (3/6).

Pertamina juga menjamin pasokan BBM selama puasa Ramadhan 1437 H dan musim mudik Lebaran aman. Wianda menambahkan, pihaknya menjamin ketahanan stok premium akan mencapai 17 hari, solar 28 hari, dan Avtur 25 hari. Sejalan dengan itu, dengan peningkatan konsumsi Pertamax dan Pertalite, Pertamina juga menjaga stok Pertamax 25 hari, Pertalite 7 hari, dan elpiji untuk 17 hari.

Pertamina memproyeksikan pemakaian Premium selama masa H-15 hingga H+15 Lebaran naik dengan besaran masing-masing Premium naik 15 persen dari rata-rata harian normal 71.906 kiloliter (kl) menjadi 82.496 kl. Adapun, solar bersubsidi diperkirakan turun 12 persen dari rata-rata harian normal 35.173 kl menjadi 31.118 kl.

Kenaikan signifikan diproyeksikan juga terjadi pada Pertamax, dengan kenaikan 17 persen menjadi 12 ribu KL dan Pertalite akan melonjak 43 persen menjadi 10.200 kl per hari. Proyeksi kenaikan juga terjadi pada elpiji, yaitu naik sembilan persen dari rata-rata harian normal 20.866 MT menjadi 22.622 MT.

Sementara itu, puncak arus mudik Lebaran diprediksi terjadi pada H-4 Lebaran dan puncak arus balik akan jatuh pada H+3 Lebaran. Alasannya, hari pertama kerja bagi Pegawai Negeri Sipil dan kebanyakan perusahaan jatuh pada H+4 Lebaran atau Senin (11/7). Berdasarkan catatan pemerintah dan Pertamina, pemudik lebih suka kembali ke ibukota mendekati hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran.
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA