Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tak Cuma Dieng, Wonosobo Kembangkan Desa Wisata

Jumat 03 Jun 2016 21:04 WIB

Red: Hazliansyah

Telaga Warna salah satu objek wisata di dataran tinggi Dieng.  (foto : Wisnu Aji Prasetiyo)

Telaga Warna salah satu objek wisata di dataran tinggi Dieng. (foto : Wisnu Aji Prasetiyo)

REPUBLIKA.CO.ID, WONOSOBO --Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mendorong pengembangan desa wisata sebagai upaya untuk menumbuhkan wisata alternatif selain kawasan dataran tinggi Dieng yang selama ini menjadi andalan daerah tersebut.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo di Wonosobo, Jumat, mengatakan banyak desa di Kabupaten Wonosobo berpotensi untuk menjadi desa wisata yang bisa mendukung keberadaan objek wisata Dieng.

"Potensi wisata luar biasa, bukan hanya Dieng saja, tetapi desa-desa di sekitar Dieng atau di desa lainnya bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata," katanya.

Ia mencontohkan di Desa Menjer ada air terjun yang indah dan selama ini belum banyak dikenal wisatawan.

"Kami mendorong desa-desa yang memiliki potensi wisata tersebut untuk mengembangkannya. Desa bisa memanfaatkan anggaran dana desa yang diterimanya untuk mengembangkan potensi wisata tersebut," katanya.

Ia mengakui untuk mengembangkan pariwisata membutuhkan keterlibatan sejumlah pihak termasuk dukungan sarana dan prasarana yang memadai untuk kenyamanan para wisatawan.

"Guna meningkatkan sarana prasarana tersebut, terutama akses jalan, Pemkab Wonosobo terus berusaha memperbaikinya secara bertahap," katanya.

Ia mengatakan untuk pengembangan kawasan Dieng pihaknya terus berkoordinasi dengan Kabupaten Banjarnegera karena daerah tersebut berada di perbatasan wilayah Wonosobo dengan Banjarnegara.

Camat Kejajar Supriyadi yang memiliki wilayah kawasan Dieng, menuturkan Kecamatan Kejajar memiliki 15 desa dan satu kelurahan yang semuanya berpotensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata.

"Semua desa di wilayah Kecamatan Kejajar berpotensi untuk pengembangan wisata, terutama wisata alam," katanya.

Menurut dia selama ini baru Desa Sembungan yang kelihatan, yakni dengan Bukit Sikunir. Padahal di Desa Sigedang dan Buntu sebagai jalur pendakian ke Gunung Sindoro juga berpotensi untuk dikembangkan.

"Kami berharap, desa-desa lainnya juga mengikuti Desa Sembungan untuk mengembangkan potensi wisatanya sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA