Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

 

Fawanis Berbenderangan di Setiap Sudut Kota Mesir

Rabu 22 Jun 2016 21:22 WIB

Red: Didi Purwadi

Lampu tradisional (fawanis) marak dijual di Mesir setiap bulan Ramadhan.

Lampu tradisional (fawanis) marak dijual di Mesir setiap bulan Ramadhan.

Foto: AP Photo/Amr Nabil/ca

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Negara-negara di Timur Tengah punya beragam tradisi memeriahkan Ramadhan. Seperti lampu hias fawanis yang jamak ditemui di Mesir saat bulan suci Ramadhan tiba.

Di jalan protokol, permukiman, dan kawasan wisata, banyak yang menjajakan fawanis. Lampu tersebut dipasang untuk menandakan Ramadhan.

Kata fawanis adalah bentuk jamak dari kata fanus. Kata yang berarti lampu ini berasal dari bahasa Yunani. Tradisi memasang lampu tersebut belum dikenal di Negara Piramida hingga pada 358 Hijriah warga Mesir menggunakan untuk penerang jalan.

Mereka menyambut kedatangan al-Muiz Lidinillah ke Mesir. Peristiwa tersebut bertepatan dengan Ramadhan. Sejak itulah, fawanis menjadi ikon Ramadhan di Mesir.

Tradisi unik khas Ramadhan lainnya yakni suara dentum meriam, tepat saat matahari terbenam di ufuk barat. Ini pertanda waktu berbuka tiba. Kebiasaan itu muncul tak sengaja.

Pada 865 H, penguasa Dinasti Mamluk, Khasyqadam, menjajal meriam baru. Kebetulan, waktu itu bertepatan saat berbuka puasa. Suara dentum meriam terdengar keras seantero Kota Kairo.

Penduduk pun terperangah. Mereka tidak protes. Justru mengapresiasi. Dentuman meriam tersebut bisa menjadi ikon unik khas Ramadhan. Tak cuma isyarat berbuka, suara meriam pun dipakai untuk penanda saat sahur dan imsak.

Sumber : Pusat Data Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES