Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Mulung Ciliwung Kumpulkan 13 Ribu Karung Sampah

Ahad 29 Mei 2016 06:09 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

 Petugas dibantu alat berat mengangkut sampah yang mengendap di Sungai Ciliwung Kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Ahad (3/4). (Republika/Raisan Al Farisi)

Petugas dibantu alat berat mengangkut sampah yang mengendap di Sungai Ciliwung Kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Ahad (3/4). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Selama tujuh kali pelaksanaan Lomba ciliwung">Mulung Ciliwung yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Ciliwung dan Pemerintah Kota Bogor Provinsi Jawa Barat telah berhasil mengangkut sebanyak 13.778 karung sampah anorganik seberat 25 kilogram.

"Penyelenggaraan Lomba Mulung Ciliwung telah memasuki tahun ke-8. Selama penyelenggaraan tujuh kali lomba ini telah mengangkut 13.778 karung sampah dari Sungai Ciliwung," kata pelaksana lomba Mutiara Fadhila, usai Lomba Mulung Ciliwung, Sabtu (29/5).

Ia mengatakan Lomba Mulung Ciliwung telah menjadi agenda tetap Pemerintah Kota Bogor dalam rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB).
Tahun ini, untuk pertama kalinya lomba tersebut masuk dalam Program Bogor Ku Bersih yang dicanangkan Pemerintah Kota Bogor tahun 2016 ini.

Hasil lomba tahun ini, sebanyak 2.813 warga yang terlibat berhasil mengangkat 2.161 karung berisi sampah anorganik yang diambil dari 13 kelurahan yang dilintasi Sungai Ciliwung.

"Tahun ini jumlah partisipasi masyarakat yang terlibat lebih meningkat dari tahun sebelumnya, dan jumlah sampah yang terangkut mengalami penurunan," katanya pula.

Tahun 2015 lalu, jumlah warga yang terlibat dalam lomba yang memperebutkan piala wali kota 1.969 dengan jumlah karung sampah 2.343 buah.

"Tahun ini ada perubahan penilaian, dengan menambah kriteria yaitu menimbang berat sampah dan pemilahan sampah," kata dia.

Menurutnya, tahun sebelumnya kriteria penilaian dalam Lomba Mulung Ciliwung adalah jumlah warga yang berpartisipasi, jumlah karung yang berhasil diangkat, dan kreativitas warga pada saat lomba berlangsung.

"Dengan demikian, sampah-sampah yang dihitung merupakan sampah terpilah," kata Mutiara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA