Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

200 Ribu Orang Meninggal Akibat Rokok Setiap Tahun

Sabtu 28 May 2016 16:58 WIB

Rep: c36/ Red: Teguh Firmansyah

Pembatasan merokok bagi anak-anak (ilustrasi).

Pembatasan merokok bagi anak-anak (ilustrasi).

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ketua Dewan Penasehat Komisi Pengendalian Tembakau, dr Kartono Muhammad, mengungkapkan ada lebih dari 200 ribu orang Indonesia yang diduga meninggal akibat rokok. Jumlah perokok setiap tahun pun naik sekitar 16 persen - 17 persen.

"Selama dua tahun terakhir, setiap tahunnya diduga ada lebih dari 200.000 orang Indonesia yang meninggal akibat rokok. Mereka yang sebelumnya sudah mengidap penyakit tertentu seperti jantung dan diabetes, " ujar Kartono kepada Republika.co.id, Sabtu (28/5).

Selain itu, oa pun mencatat adanya kenaikan konstan jumlah perokok setiap tahun. Angka tersebut berkisar antara 16 persen - 17 persen per tahun. Penambahan jumlah perokok berasal dari kalangan perokok pemula (remaja).

Hingga akhir 2015 lalu tercatat sebanyak 70 juta perokok di Indonesia. Dari jumlah keseluruhan perokok, sekitar 76 persen di antaranya adalah perokok laki-laki. Jumlah perokok perempuan hanya sekitar lima persen sementara sisanya merupakan perokok pasif.

Melihat kondisi di atas, pihaknya menyarankan pemerintah segera melakukan  pembahasan  ratifikasi kerangka kerja pengendalian tembakau (FCTC).   "Kerangka ini nantinya dapat menjadi acuan pengaturan perdagangan rokok di dalam negeri yang secara jangka panjang dapat menurunkan konsumsi rokok," tambah Kartono.

Baca juga, Merokok Adalah Perangkap Kemiskinan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA