Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Diisukan Masuk Kabinet, Dondokambey Mengaku Belum Dipanggil Jokowi

Selasa 24 May 2016 22:51 WIB

Red: Taufik Rachman

Olly Dondokambey

Olly Dondokambey

REPUBLIKA.CO.ID,MANADO -- Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey belum dipanggil Presiden Joko Widodo untuk mengisi kabinet baru seperti yang kencang diberitakan media massa maupun masyarakat.

"Mana saya tahu itu (mengisi salah satu satu jabatan menteri). Saya belum mengetahui informasi itu," kata Gubernur Dondokambey manakala dikonfirmasi wartawan di kantor gubernur sebelum bertolak ke Jakarta.

Menurut bendahara umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, dirinya masih ingin mengabdikan diri kepada masyarakat Sulut yang telah mempercayakannya menjadi Gubernur Sulut.

"Hingga saat ini saya masih mengurus rakyat. Saya baru dipilih rakyat dan sudah empat bulan menjabat," katanya.

Dondokambey yang juga mantan ketua Komisi XI ini menampik dugaan keberangkatannya ke Jakarta siang tadi untuk menemui undangan Presiden Joko Widodo terkait dengan pengisian jabatan menteri kabinet.

"Ah tidak. Saya ke Jakarta karena memenuhi undangan ibu Megawati Soekarnoputri," ujarnya sambil menuju kendaraan dinas yang sudah terparkir di depan lobi.

Kencang berhembus informasi di kalangan pejabat Kantor Gubernur maupun masyarakat Sulut, bahkan di beberapa media lokal ramai mempublikasikan sosok Gubernur Dondokambey yang bakal mengisi salah satu kursi Menteri.

Dondokambey yang saat ini menjabat Gubernur berpasangan dengan Wakil Gubernur Steven Kandouw baru memasuki usia pemerintahan empat bulan setelah dilantik Presiden Joko Widodo tengah Februari lalu.

Pasangan Dondokambey - Kandouw berhasil meraih suara sebanyak 50 persen lebih mengungguli dua pasangan lainnya, Maya Rumantir - Glenny Kairupan dan Benny Mamoto - David Bobihoe.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA