Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Membaca Bisa Jadikan Indonesia Kembali Bangkit

Sabtu 21 Mei 2016 08:13 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Dwi Murdaningsih

Seorang wanita lanjut usia tengah membaca (Ilustrasi)

Seorang wanita lanjut usia tengah membaca (Ilustrasi)

Foto: CORBIS

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bung Karno adalah salah satu sosok yang menguasai informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh pekerjaan dan perjuangannya demi terwujudnya sebuah negara bangsa. Hal ini terjadi karena Bung Karno tergolong orang yang membaca segala hal dengan tertib, runut dan berakar pada khazanah budaya bangsanya.

"Terlebih, dalam merumuskan landasan idi’il dan pandangan hidup sebuah bangsa, Bung Karno dengan seksama telah mengenal dengan baik yang menjadi ciri khas jiwa bangsanya," kata Sekretaris Jenderal Asia Africa Reading Club, Adew Habsta, dalam Renungan Kebangkitan Nasional dengan menggelar tadarus buku bertema, 'Menjadi Bangsa Pembaca' bersama Perpustakaan MPR RI dalam bicara buku pustaka, di Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Menurut Adew, dari pengamatan yang mendalam terhadap segala kenyataan zaman saat itu, melalui pembacaan dan pengembaraan yang intens atas teks yang berkutat pada roh kebangsaan. Maka dengan sendirinya telah terhimpun pelbagai gagasan pemikiran yang menjadi landasan kekuatan dalam gerak hidup berbangsa dan bermasyarakat.

"Dan kehadiran Pancasila kiranya menjadi panduan dalam berpola yang lebih terarah. Ya.. Bung Karno telah menjadi juru bicara paling jitu untuk kebersatuan negeri yang luas ini,” ucapnya.

Adew menjelaskan, menjadi bangsa pembaca dengan kebangkitan nasional mempunyai kaitan yang tentu saja sangat lekat. Sebab, mana mungkin seseorang akan bangkit, tanpa ada upaya pembacaan atas diri dan lingkungan sekitarnya.

Membaca menjadi salah satu cara yang ampuh untuk memetakan diri, menempatkan minat, memunculkan potensi, lebih jauh menumbuhkan motivasi demi prestasi terbaik. ''Tanpa membaca, mustahil semua orang akan mengenal dirinya, pun identitas kebangsaannya,” tegas Adew Habsta yang dikenal sebagai penggiat literasi dan kepustakaan di kalangan remaja, pemuda dan dewasa.

Acara ini diikuti para anggota komunitas buku dari Asia Africa Reading Club, Lingkar Pena Bandung dan Komunitas buku Bandung lautan Api serta para pustakawan. Buku bertema ‘Menjadi Bangsa Pembaca’ yang ditulis Adew Habsta mempunyai relevansi dengan kebangkitan bangsa dan momentum Pidato Bung Karno 1 Juni 1945.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler