Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Van Gaal Sebut Sentimen Fan Terpengaruh Kritikan Para Legenda MU

Ahad 15 May 2016 17:06 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Bilal Ramadhan

Pelatih Manchester United, Louis Van Gaal.

Pelatih Manchester United, Louis Van Gaal.

Foto: AP Photo/Jon Super

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pelatih Manchester United Louis van Gaal mengatakan, sentimen penggemar atas dirinya muncul karena terpengaruh oleh pendapat dari legenda MU seperti Paul Scholes.

Pelatih asal Belanda ini mengatakan, nasib buruknya di Manchester tak terbantu oleh mereka yang senantiasa mengkritiknya. Sementara MU meraih hasil miskin, Van Gaal justru merasa telah dilemahkan oleh kritik yang senantiasa dilayangkan kepadanya.

Orang seperti Paul Scholes dan Rio Ferdinand telah mengkritik taktik permainan dan seleksi tim yang digunakan Van Gaal sepanjang musim yang buruk bagi MU. Setan Merah bisa saja gagal lolos ke Liga Champions untuk kedua kalinya dalam tiga tahun ini.

"Tentu saja semua spekulasi tentang masa depan saya selama enam bulan membuat saya marah. Saya telah menunjukkan banyak, berkali-kali. Saya telah menunjukkan dan saya terbuka untuk semua, siapa pun," kata Van Gaal, dilansir dari Four Four Two, Ahad (15/5).

"Saya sudah katakan, terlepas dari serangan media, dan tidak hanya media, legenda-legenda itu dan orang-orang sejenisnya, saya di sini dan saya berjuang," tambahnya.

Meski kerap dihujani kritikan, Van Gaal percaya pada dirinya sendiri. Ia mengatakan percaya pada tim dan para pemainnya. Ia berharap, semua orang percaya seperti halnya dirinya. Setan Merah akan menghadapi Crystal Palace dalam final Piala FA.

Namun, mereka membutuhkan agar Manchester City kalah dari Swansea City, sementara mereka memastikan agar bisa mengalahkan AFC Bournemouth di kandang untuk lolos ke Liga Champions tahun depan.

Sementara, sebagian besar laporan menunjukkan bahkan kemenangan Piala FA pun tidak bisa menyelamatkan Van Gaal dari nasibnya di Manchester. Van Gaal menegaskan, jika dirinya dipecat, dia akan merasa dikhianati oleh kepala eksekutif klub, Ed Woodward.

Ia merasa dirinya akan tetap berada di MU. Meski kemudian ia menyadari dalam sepak bola hal itu bisa berubah. "Saya memiliki kesan bahwa saya masih di sini, kalau tidak saya tidak bisa mengatakan semua hal yang saya katakan. Tapi di dunia sepak bola, Anda tidak pernah tahu," jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA