Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Ditemukan 6.000 Kasus Tuberkulosis di Medan

Sabtu 14 May 2016 22:25 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi Tuberkulosis.

Ilustrasi Tuberkulosis.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Sejak tahun 2011 hingga tahun 2016 ditemukan sebanyak 6.000 kasus tuberkulosis di Kota Medan dan lebih kurang 3.000 diantara penderitanya adalah "Basil Tahan Asam" Positif.

"Sedangkan penderita TB resisten obat sampai dengan awal Mei ini ditemukan sebanyak 138 kasus," kata Wali Kota Medan Dzulmi Eldin pada peringatan Hari TB Sedunia di Gelanggang Remaja Medan, Sabtu (14/5).

Meski demikian, kata dia, jika dibandingkan dengan angka prevalensi TB nasional yang baru sebesar 647 orang per 100.000 penduduk, pencapaian Program Penanggulangan TB (P2TB) di Kota Medan dapat dikatakan masih di bawah rata-rata.

Menurut dia, penyakit TB bukan sekadar masalah kesehatan semata, tetapi juga memiliki kompleksitas permasalahan yang terkait dengan psikologis, ekonomi sosial dan aspek lainnya, sehingga berdampak luas dalam kehidupan masyarakat.

Itu sebabnya penanganannya tidak cukup dari sisi kesehatan semata, melainkan juga membutuhkan aspek lainnya.

"Seperti aspek pendidikan. Kepatuhan terhadap jadwal pemberian obat dan motivasi untuk sembuh, merupakan faktor-faktor yang harus digerakkan secara bersama-sama," katanya.

Di sisi lain, kata dia, stigma masyarakat terhadap TB yang merupakan penyakit menular, juga semakin menambah berat masalah sosial yang dialami seseorang penderitanya sehingga masyarakat cenderung menjauhi, akhirnya penderita merasa dikucilkan.

Untuk itu, perlu ada perhatian khusus untuk meminimalisir stigma tersebut dan mendorong masyarakat untuk mendukung program pencegahan dan pengobatan paru.

Atas dasar itulah, ia sangat mengapresiasi digelarnya Hari TB Sedunia tersebut dengan harapan semua rangkaian acara dapat memberikan manfaat, terutama dalam rangka pencegahan dan pengobatan TB secara terpadu.

"Peringatan ini harus kita gunakan untuk mengevaluasi apakah yang kita lakukan selama ini tepah optimal atau belum dan apa saja yang harus kita perbaiki serta tingkatkan pada masa mendatang," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA