Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Pemerintah Targetkan Rp 3 Triliun dari SBR002

Kamis 28 Apr 2016 14:47 WIB

Red: Nidia Zuraya

Petugas memantau pergerakan grafik surat utang negara di di Dealing Room Treasury.

Petugas memantau pergerakan grafik surat utang negara di di Dealing Room Treasury.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menargetkan penyerapan dana sebesar Rp 3 triliun dari penerbitan perdana instrumen obligasi negara untuk investor ritel dengan tingkat kupon mengambang atau Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR002.

"Penawaran yang masuk memang melebihi Rp 3 triliun, bahkan mendekati Rp 4 triliun, tapi targetnya tetap Rp 3 triliun," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan di Jakarta, Kamis (28/4).

Robert mengharapkan para investor ritel memiliki minat terhadap SBR002 yang memiliki fitur lebih menarik dibandingkan obligasi ritel lainnya, seperti bisa menjadi jaminan dan adanya masa pelunasan sebelum jatuh tempo (early redemption). Penerbitan SBR002 ini memiliki tingkat kupon minimal (floor) yang ditawarkan sebesar 7,5 persen dengan masa tenor dua tahun dan tanggal jatuh tempo pada 20 Mei 2018. Masa penawaran obligasi ini dimulai pada 28 April hingga 19 Mei 2016.

Tingkat kupon untuk periode tiga bulan pertama (26 Mei 2016 sampai 20 Agustus 2016) sebesar 7,5 persen, berasal dari tingkat Bunga Penjaminan LPS pada saat penetapan sebesar 7,25 persen ditambah spread tetap 25 bps. Sedangkan, tingkat kupon berikutnya akan disesuaikan setiap tiga bulan pada tanggal penyesuaian kupon sampai dengan jatuh tempo. Penyesuaian tingkat kupon didasarkan pada tingkat bunga penjaminan LPS ditambah spread tetap 25 bps.

Pembayaran kupon obligasi negara tanpa warkat yang bisa dipesan minimum sebesar Rp 5 juta dan maksimum R p5 miliar ini dimulai 20 Juni 2016 dan selanjutnya berlangsung pada tanggal 20 setiap bulan. Sementara, periode pengajuan early redemption adalah pada 1-14 Juni 2017 dengan tanggal ditetapkan pada 20 Juni 2017 dan nilai maksimal sebesar 50 persen dari total kepemilikan investor di masing-masing agen penjual.

Untuk memenuhi target penjualan dengan distribusi yang merata, sebanyak 24 agen penjual yang ditunjuk pemerintah akan mengadakan kegiatan sosialisasi ke 21 kota di Indonesia pada masa penawaran.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA