Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

5 Strategi Pembangunan Infrastruktur Papua

Rabu 27 Apr 2016 13:48 WIB

Rep: Sonia Fitri/ Red: Dwi Murdaningsih

Seorang ibu mengantar anaknya saat akan bersekolah di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (21/4). (Antara/Rosa Panggabean)

Seorang ibu mengantar anaknya saat akan bersekolah di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (21/4). (Antara/Rosa Panggabean)

Foto: Antara/Rosa Panggabean

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) menetapkan 5 strategi pembangunan infrastruktur di Papua. Mula-mula pemerintah akan meningkatkan konektivitas di empat wilayah pertumbuhan (WPS) yakni WPS Sorong–Manokwari, WPS Biak–Manokwari–Bintuni, WPS Nabire–Enarotali–Wamena, dan WPS Jayapura–Merauke.

"Pengembangan wilayah juga dilakukan melalui pembangunan Jalan Trans Papua yang menghubungkan antar wilayah pertumbuhan strategis," kata Kepala BPIW Hermanto Dardak, Rabu (27/4).

Konektivitas terhadap kawasan-kawasan prioritas di luar WPS juga dilakukan. Hal tersebut, lanjut dia, sejalan dengan Nawacita yang mengamanatkan pembangunan dari pinggiran dan daerah perbatasan, terutama di kawasan timur Indonesia. Dardak menguraikan, akan dilakukan pula pemanfaatan sumber daya dengan membangun kawasan pertanian untuk mendukung kedaulatan pangan dan energi. Kawaan tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur sumber daya air.

Kawasan Merauke maupun Nabire, kata Dardak, merupakan kawasan yang memiliki potensi pertanian seluas 12 ribu hektare. Sedangkan untuk mendukung agribisnis, diperlukan dukungan infrastruktur jalan mendukung Merauke Industrial Food and Energy Estate atau MIFEE.

"Terakhir yaitu peningkatan kualitas hidup di pusat-pusat pertumbuhan dan permukiman yang membutuhkan infrastruktur dasar misalnya permukiman," tuturnya.

Pemerintah telah memprogramkan pembangunan rusunawa. Di antaranya membangun perumahan bagi pekerja industri di Bintuni, peningkatan kualitas rumah swadaya pasca bencana di Kota Sorong dan Jayapura, peningkatan kualitas permukiman kumuh di beberapa kawasan, peningkatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Jayapura dan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional perkotaan.

WPS memerlukan dukungan infrastruktur untuk menghubungkan antar pusat pertumbuhan maupun infrastruktur akses menuju outlet-outlet pemasaran. Makanya pembangunan infrastruktur sekaligus membentuk sistem transportasi antar moda baik di darat, laut maupun sungai.

Saat ini pemerintah sedang membangun Jalan Trans Papua yang dibagi menjadi empat. Di antaranya Jalan Trans Papua ruas Sorong–Manokwari, Jalan Trans Papua ruas Manokwari–Mameh, Jalan Trans Papua ruas Nabire–Wamena dan Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Merauke.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA