Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Polisi Belum Pastikan Kapan Gelar Pra Rekonstruksi Mutilasi di Cikupa

Ahad 24 Apr 2016 03:59 WIB

Rep: C30/ Red: Bayu Hermawan

Pelaku mutilasi Kusmayadi alias Agus (31) ditunjukkan saat gelar perkara kasus pembunuhan mutilasi terhadap Nur Atikah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/4). (Republika/Yasin Habibi)

Pelaku mutilasi Kusmayadi alias Agus (31) ditunjukkan saat gelar perkara kasus pembunuhan mutilasi terhadap Nur Atikah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/4). (Republika/Yasin Habibi)

Foto: Republika/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pra Rekonstruksi kasus mutilasi wanita hamil di Cikupa Tangerang, Sabtu (23/4) gagal total. Rencananya Polres Tangerang dan Polsek Cikupa akan kembali menjadwalkan rekonstruksi ulang.

"Iya nanti kita rencanakan lagi," ujar Kapolsek Cikupa Kompol Gunarko di Polsek Cikupa, Tangerang, Sabtu (23/4).

Menurutnya melalui pra rekontruksi akan terlihat bagaimana gambaran peristiwa saat NA tewas dan apa-apa saja yang dilakukan oleh pelaku. Itulah kenapa kata dia dalam pra rekonstruksi juga dibutuhkan kehadiran tersangka.

Sayangnya kondisi yang tidak memungkinkan itu membuat aparat kepolisian mengurungkan rencana tersebut. Akan dilakukan pra rekonstruksi ulang dengan tempat yang masih belum terkonfirmasi.

"Kami rencanankan lagi, tapi untuk tempatnya lihat situasi ya," ujar Gunarko.

Ia menambahkan, setelah pra rekonstruksi selanjutnya akan dilakukan rekonstruksi yang sebenarnya. Namun sekali lagi Gunarko mengaku belum bisa menyebutkan kapan detailnya, yang pasti rencana kedepan akan menjadwalkan pra rekonstruksi yang di undur ini.

"Iya detailnya direkonstruksi, nanti kita rencanakan lagi," terangnya.

Diketahui pra rekonstruksi tersebut gagal lantaran masyarakat yang antusias untuk melihat pra rekontruksi memadati lokasi tempat kejadian perkara (TKP). 

Mereka mengaku mengikiti kasus terduga pelaku pembunuhan Kusmayadi alias Agus sehingga ingin melihat langsung wajah pelaku tersebut.

Bertujuan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, mereka memutuskan untuk membatakan pra rekontruksi pada Sabtu (23/4) siang itu.

Masyarakat pun hingga pukul 15.00 WIB masih memadati TKP, beberapa dari mereka bahkan bukan warga Telaga Sari, Cikupa, Tangerang datang melihat TKP.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA