Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Dubes AS: Hentikan Perdagangan Nelayan

Rabu 20 Apr 2016 20:34 WIB

Red: Angga Indrawan

Duta Besar AS untuk Indonesia Robert Blake.

Duta Besar AS untuk Indonesia Robert Blake.

Foto: Republika/Wihdan H

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O Blake menilai pentingnya semua pihak meningkatkan kepedulian untuk menghentikan perdagangan nelayan. Termasuk, kata dia, kepedulian secara internasional.

"Itu sangat penting untuk mengambil bagian dalam menghentikan kegiatan perdagangan nelayan ini," katanya dalam diskusi "Kisah Penyelamatan Nelayan Korban Penyelundupan di Indonesia Timur" di Pusat Kebudayaan AS @amerika, Jakarta, Rabu (20/4).

Dia mengatakan nelayan korban penyelundupan mengalami masa-masa sulit saat bekerja di sektor perikanan tanpa keamanan yang memadai. Para korban tinggal jauh dari rumah tanpa ada jaminan dipulangkan ke kampung halaman, dan tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga.

Dia menekankan tanggapan internasional sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. "Kita perlu menyediakan solusi jangka panjang untuk menghentikan penyelundupan nelayan ini," ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Justin Lee mengatakan pemerintah Australia prihatin atas isu perdagangan dan perbudakan manusia. Sebagai wujud kepedulian, pihaknya menyumbang 2 juta dolar Australia atau Rp 22 miliar untuk permintaan bantuan IOM Indonesia tahun lalu terhadap 1.000 orang yang berkewarganegaraan Myanmar, Kamboja dan Laos yang berada di wilayah Maluku.

Berdasarkan informasi dari IOM Indonesia, Wakil Dubes Justin Lee mengatakan nelayan korban penyelundupan itu dipaksa bekerja dan dibiarkan atau ditinggalkan di wilayah Maluku tanpa mampu pulang ke negara asalnya. Dana bantuan itu digunakan memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban, termasuk bantuan kesehatan, makanan dan minuman.

Menurutnya, perdagangan manusia termasuk nelayan tetap mendapat perhatian dan harus ada kelanjutan tindakan untuk menghentikan perbuatan yang tidak manusiawi itu. "Isu ini tetap jalan dan kita lihat harus ada kelanjutan. Untuk itu, kami berencana mengadakan lokakarya pada pertengahan 2016 untuk meningkatkan kesadaran sektor perikanan antara negara-negara ASEAN agar ada strategi melawan kegiatan perdagangan ini," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA