Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Dr Boyke Luncurkan Buku Pendidikan Seks untuk Anak yang Inovatif

Selasa 19 Apr 2016 16:44 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Andi Nur Aminah

Dr Boyke Dian Nugraha

Dr Boyke Dian Nugraha

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seksolog kondang dr Boyke Dian Nugraha berkolaborasi dengan dr Sonia Wibisono menghadirkan buku pendidikan seks yang tepat bagi anak. Buku yang diluncurkan oleh Penerbit Noura ini diharapkan dapat menjembatani orang tua dan anak ketika melakukan komunikasi yang tepat terkait organ reproduksi.

Tak dipungkiri, rasa penasaran yang dimiliki oleh anak-anak cukup tinggi. Tak jarang anak-anak mempertanyakan dari mana ia atau adiknya berasal. Dihadapkan dengan pertanyaan 'rumit' ini, orang tua terkadang bingung, kelabakan bahkan cenderung asal dalam menjawab pertanyaan polos yang berasal dari rasa penasaran anak tersebut.

Oleh karena itu, Boyke dan Sonia berkolaborasi untuk menghadirkan buku bertajuk Adik Bayi Datang Dari Mana? A to Z Pendidikan Seks Usia Dini ini. Meski pada dasarnya buku ini berfungsi sebagai panduan bagi orang tua untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan anak seputar organ reproduksi dan pubertas, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi. Dengan begitu, anak-anak bisa membaca penjelasan dan juga cerita komik singkat terkait pendidikan seks didampingi oleh orang tua.

"Kami kumpulkan dan rangkum A sampai Z seputar pertanyaan sehari-hari yang sudah dicerna dan diterima orang tua," jelas Boyke dalam peluncuran bukunya bersama Sonia di Grand Mahakam Hotel, Selasa (19/4).

Baik Boyke dan juga Sonia sepakat bahwa kurangnya pemahaman dan pendidikan seks yang tepat sejak usia dini dapat meningkatkan risiko pelecehan serta penyimpangan seksual. Sebagai contoh,  Sonia mengatakan saat ini akses terhadap internet sangat mudah didapatkan oleh anak-anak. Mesin pencarian Google, Sonia mengatakan dapat memunculkan hasil pencarian yang tidak sepantasnya dilihat anak.

Kondisi ini bisa membuat anak melihat atau menonton hal terkait penyimpangan seksual seperti hubungan sejenis. Tanpa pendidikan dan pemahaman seks yang baik, dia mengatakan, anak-anak mungkin dapat melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang normal dan tumbuh dengan pemahaman seperti itu.

"Kita bisa selamatkan anak dari pelecehan dan penyimpangan seksual," kata Boyke. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA