Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Mendagri Heran Masih Ada Kepala Daerah Tersandung Korupsi

Rabu 13 Apr 2016 19:16 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ilham

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kiri)

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kiri)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengaku heran masih ada kepala daerah maupun pejabat daerah yang tersandung kasus korupsi. Ia menilai pemerintah selama ini seringkali memperingatkan kepala daerah untuk tidak bermain di area rawan korupsi.

Menurutnya, kasus terbaru Bupati Subang Ojang Sohandi yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran diduga terkait kasus suap BPJS Kesehatan, makin menambah jumlah kepala daerah tersangkut korupsi.

"Kenapa tidak jera juga dan masih tetap bermain di area rawan indikasi korupsi," kata Tjahjo melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (13/4).

Menurutnya, tersangkutnya kepala daerah dalam kasus korupsi selama ini semestinya menjadi perhatian bagi kepala daerah lainnya untuk menjauhi area-area rawan tersebut. Apalagi, kata dia, pembinaan dan pembekalan selalu dilakukan kepada setiap kepala daerah yang terpilih.

"Harusnya kasus-kasus lama jadi perhatian, setidaknya menjaga diri sendiri yang sedang menjabat," kata mantan anggota DPR RI tersebut.

Namun yang terjadi, jangankan menjaga nama baiknya sendiri, kepala daerah tersebut justru gagal menjaga institusi, nama daerah, dan partai dan masyarakat pendukungnya. "Harusnya jajaran pemerintah pusat dan daerah bisa menjaga diri, membangun pemerintahan yang bersih," katanya.

Diketahui, tersangkutnya Bupati Subang ini makin menambah jumlah kepala daerah yang tersangkut dugaan kasus korupsi. Pada Jumat (8/4) lalu juga KPK menetapkan Bupati terpilih Rokan Hulu, Riau, Suparman sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan RAPBD Riau 2014/2015.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA