Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Soal Persiba, PT GTS tak Ambil Alih

Selasa 12 Apr 2016 15:18 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Israr Itah

Joko Driyono

Joko Driyono

Foto: Antara/Yudhi Mahatma

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Gelora Trisula Semesta (GTS) Joko Driyono menegaskan pihaknya tidak mengambil alih Persiba Balikpapan. Menurut pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia itu, PT GTS hanya mengarahkan Persiba agar aman bisa tampil pada turnamen jangka panjang, Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.

Diklaimnya, apa yang dilakukan PT GTS terhadap Persiba adaah sebagai langkah penyelamatan tim berjulukan Beruang Madu. Sebab sebelumnya, Persiba sempat absen mengikuti ISC Adengan alasan finansial.

Maka dari itu PT GTS memberikan gambaran tentang proyeksi biaya Persiba untuk mengarungi ISC. Setelah pertemuan antara PT GTS dengan manajemen Persiba Balikpapan, kemudian ditetapkan bahwa Persiba hanya butuh kisaran Rp 9 miliar.

Anggaran sebesar itu akan tertutup  melalui hak komersial, hak distribusi, penjualan tiket satu musim dan sponsor Persiba Balikpapan sendiri. Dengan demikian DJoko Driyono memastikan, PT GTS tidak ikut campur tangan mereka ke dalam manajemen.

"Jelang kick-off kita dapat kabar Persiba angkat tangan, maka kita datang untuk memastikan Persiba ikut. Jadi ini bukan pengambilalihan, tapi konteksnya penyelamatan. Jadi berbeda jika GTS mem-bail out sampai Rp 20 miliar, itu yang tidak boleh dilakukan," jelas pria yang akrab disapa Jokdri, saat ditemui di The Park Lane Hotel, Jakarta pada Senin (11/4) malam WIB.

Namun ada kesepakatan kerjasama yang dibuat kedua pihak, agar ada solusi Persiba tetap bisa mengikuti ISC, salah satunya adalah memberikan arahan agar Persiba bisa keluar dari periode sulit.

Joko menambahkan, PT. GTS dan manajemen Persiba akan bersinergi dalam mempersiapkan Persiba mengarunggi ISC 2016. Namun menyangkut tugas, peran dan tanggungjawab akan diformulasikan kemudian.

Joko menambahkan. sebenarnya apa yang dilakukan PT GTS itu bukanlah hal yang baru di dunia sepak bola. Salah satunya kasus Brisbane Roar yang hampir bangkrut. Kemudian Brisbane Roar diambil alih federasi sampai menemukan pihak ketiga, atau kasus yang menimpa beberapa klub Major League Soccer.

Bahkan sebelumnya juga PT Liga Indonesia melakukan hal yang sama terhadap Arema Cronus, usai ditinggal Bentoel.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA